Wednesday, February 10, 2010
TEKNIK MENGAKTIFKAN OTAK KANAN SECARA INSTANT
( Arman A.Amirullah )
Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia dan paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain, mengapa demikian ? karena manusia dilengkapi dengan kemampuan otak yang tidak terbatas, kemampuan tersebut sebagian besar berada di bilik kanan, diotak bawah sadar dan alam bawah sadar.
Jika sel otak kita mati sejuta setiap hari, maka jumlah sel otak yang berkurang jika kita mencapai umur 100 tahun hanya berkurang sekitar 3,6 %, sungguh merupakan angka yang sangat kecil (Super Great Memory: Irwan Widiatmoko ).
Namun menurut penelitian para ilmuan dikatakan bahwa jumlah sel otak manusia bisa bertambah, bagian-bagian otak manusia dapat menghasilkan ribuan sel otak baru setiap hari.
Jika seluruh informasi buku perpustakaan di dunia atau seluruh informasi jaringan telekomunikasi di dunia dimasukkan ke dalam otak, otak manusia tidak akan penuh.
Jika setiap detik dimasukkan 10 informasi sampai kita meninggal, ke dalam otak kita, misalnya sampai umur kita 100 tahun, maka otak manusia belum terisi separuhnya, sungguh fantastis... Selanjutnya Irwan Widiatmoko: pemegang rekor pertama daya ingat MURI mengatakan bahwa:
Kapasitas otak manusia adalah angka satu diikuti angka nol yang panjangnya 10 pangkat 5 juta kilometer. Deretan nol sepanjang 10 pangkat 5 juta kilometer adalah sebanding dengan perjalanan bumi ke bulan sebanyak 14 kali pulang pergi.
Potensi otak manusia yang digunakan rata-rata hanya sekitar 0,0001% dari potensi otak manusia yang sesungguhnya. Para ahli jiwa pada tahun 1950 meneliti bahwa potensi otak manusia yang digunakan rata-rata hanya sekitar 50%, pada tahun 1970 sebesar 10%, tahun 1980 sekitar 1%, dan tahun 1990 yaitu 0,01%. Saat ini rata-rata potensi otak manusia yg digunakan kurang lebih 0,0001%.
Fakta empiris tentang keajaiban otak manusia yang tidak seirama dengan kenyataan yang kita alami setiap hari, melahirkan pertanyaan besar bagi kita ” dimanakah potensi besar otak kita itu tersimpan ?...”.
Menurut para ahli neurologi bahwa kemampuan otak sadar kita ( otak kiri ) yang kita pakai sehari-hari dalam berpikir hanya 12% dari seluruh kemampuan otak manusia, sisanya yaitu 88% adalah tanggungjawab otak bawah sadar ( otak kanan ) yang berhubungan dengan: kreativitas, imajinasi, kreasi, keikhlasan, kejujuran, keuletan, kedisiplinan, tanggungjawab, komitmen, spirit, kesabaran, keindahan, rasa kasih sayang, kepedulian, dll.
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengaktifkan otak kanan kita ??....
Sebelum kita memasuki bagaimana mengaktifkan otak kanan kita, maka kita perlu terlebih dahulu meluruskan niat kita, yaitu ikhlas semata-mata ingin mengakses otak bawah sadar dan alam bawa sadar kita yang telah dianugerahi oleh Sang Pencipta dibarengi dengan melepaskan semua hal-hal yang dapat membuat kita merasa sombong.
( posisi bumi dalam sistem tata surya)
Langkah Pertama :
Tentunya karena ini otak kanan yang akan diaktifkan maka akan lebih membantu apabila diiringi dengan alunan musik natural atau instrumentalia yang dapat memancing otak kanan kita, kemudian mulai kita menyadarkan kepada diri kita yang selama ini telah hidup berpuluh-puluh tahun. Tapi, pernahkah kita sadari kalau bumi yang kita pijak selama ini tidak diam...., bahkan saat ini saat anda membaca artikel ini, anda sedang melakukan perjalanan luar angkasa yang sangat jauh dengan kecepatan sangat tinggi, karena bumi yang kita tempati berpuluh-puluh tahun ini sedang mengelilingi matahari setiap saat. Tahukah anda bahwa bumi kita ini mengelilingi matahari setahun sekali.., yang artinya kalau umur kita sudah 40 tahun berarti sudah 40 kali Anda mengelilingi matahari, suatu prestasi yang sungguh luar biasa. Perlu Anda ketahui ukuran matahari adalah 109 kali besarnya bumi, sungguh suatu ukuran yang luar biasa karena bumi saja yang ukurannya kecil terasa sangat besar, belum sempat kita mengelilingi bumi ini, belum kita berjalan kebelahan dunia lain...seperti Amerika, Eropa, Afrika, Australia, Kutub Utara, Kutub Selatan.
Apakah bumi ini ada yang menopang sehingga terasa seperti diam...?
Apakah bumi ini ada yang menggantung sehingga dapat melayang-layang di luar angkasa...?
Sadarkah Anda kalau saat ini Anda sedang melayang-layang di luar angkasa yang jaraknya sangat jauh di atas sana ? di alam semesta ....!
Tahukah Anda kalau jarak Bumi dengan Matahari adalah 149.597.870 kilo meter, sedangkan diameter bumi hanya berjarak 12.700 kilo meter, tahukah Anda kalau massa/berat matahari 332.950 x bumi ?.
Lihatlah bumi tempat kita berada saat ini... dia melayang di luar angkasa...pernahkah terpikir oleh kita kalau saat ini kita berada di atasnya berkeliling mengelilingi matahari ?.
( posisi bumi dilihat dari bawah )
Sangat jelas oleh mata kita kalau air laut itu menggantung dan menempel di bumi...sungguh ajaib...air laut yang begitu banyak dapat menyatu dengan bumi tanpa tumpah ke bawah...
Maka apa yang pantas untuk kita banggakan atau sombongkan.......!! bukankah setiap saat kita bisa terlempar jauh ke luar dari bumi manakala Allah sejenak mencabut daya tarik bumi barang satu atau dua detik ?
Kemampuan untuk merasakan bahwa Anda saat ini.. detik ini.. sedang melayang di luar angkasa dengan menggunakan planet yang bernama BUMI adalah hasil kerja otak kanan kita, sehingga apabila Anda mampu untuk mengimajinasikan posisi Anda saat ini maka pada saat itulah otak kanan Anda sedang aktif, tinggal bagaimana Anda menjaga kondisi tersebut dan dapat mempertahankannya. Selanjutnya bagaimana Anda memperkuat daya kekuatan otak kanan Anda dengan membuatnya menjadi 10 watt, 100 watt atau 100.000 watt...tergantung dari kemauan Anda untuk meningkatkan dengan cara membaca, berpikir, merenung, merasakan serta melakukan sesuatu yang baik dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya, banyak mencintai sesama dan menyayangi sesama bahkan kepada tumbuhan, hewan, serta seluruh apa yang ada di bumi ini.
Apa yang menghalangi kita untuk tidak mau saling mengasihi...bukankah karena kasihnya Allah sehingga kita bisa hidup di planet bumi dengan melayang di luar angkasa ?
Bukankah karena kasih sayang-Nya Allah sehingga kita bisa menghirup udara segar tanpa menggunakan tabung oksigen seperti para astronout ?
Demikian yang dapat kami persembahkan semoga fakta alam ini dapat membuat otak kanan kita aktif sehingga dapat memikirkan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat kita pikirkan.
( penulis : Arman Andi Amirullah, staf Direktorat Pembinaan TK dan SD, Depdiknas, Agustus 2009 , armanbugis@yahoo.com )
( posisi bumi dengan bulan, berputar bersama mengelilingi matahari setiap saat )
( bumi yang dipenuhi oleh lautan, mampu bergerak cepat dengan ketepatan yang sangat tinggi, bahkan tidak pernah membuat perhitungan waktu di dunia kacau karena kelalaian bumi dalam bergerak, masihkah kita merasa yang paling pintar ? )
Thursday, January 14, 2010
MENCETAK GENERASI UNGGUL ALA JEPANG
Oleh Arman Andi Amirullah
Kamis, 8 Mei 2008
Kekeliruan dunia pendidikan kita selama ini terletak pada ketidakmampuan para pakar pendidikan, pendidik, bahkan pengambil kebijakan untuk mencetak generasi unggul. Generasi ini punya ciri kreatif, perekayasa, pencipta, dan bersikap atau bertingkah laku teladan. Selain berbudi pekerti luhur, generasi unggul dalam kehidupan keseharian dicirikan peduli sesama, menghargai pendapat orang lain, tertib, jujur, disiplin, bertanggung jawab, penuh kasih sayang, cinta kebersihan, keindahan dan lingkungan serta concern terhadap perdamaian.
Sayang seribu sayang, dunia pendidikan kita tampaknya masih terfokus mencetak "generasi pintar". Generasi ini lebih mengutamakan pencapaian prestasi program belajarnya dengan sasaran "mengejar ranking atau nilai NEM (nilai evaluasi murni) dan UN (ujian nasional) tinggi" atau menjadi juara lomba mata pelajaran tertentu.
Indonesia banyak melahirkan sederet juara olimpiade internasional, baik di bidang pelajaran matematika, sains, fisika, kimia maupun olahraga. Pertanyaannya, dengan mencetak generasi yang bertumpu pada logika (otak kiri) itu, apa yang bisa diharapkan demi kemajuan bangsa ke depan? Kita lupa, bangsa yang dibangun hanya dengan mengandalkan ilmu, tanpa bekal kreativitas dan moral, hanya akan menghancurkan bangsa itu sendiri.
Menurut penelitian mutakhir di AS, peran logika bagi sukses seseorang hanya 4%. Selebihnya (96%) sukses seseorang ditentukan oleh kemampuan "otak kanan" yang punya andil besar dalam hal kreativitas, imajinasi, inovasi, daya rasa, kreasi, seni, kemampuan mencipta dan merekayasa. (MI, 16/1'06) Kemampuan otak sadar manusia sendiri sebenarnya hanya 12% dari seluruh kemampuan otak manusia dan selebihnya (88%) berada di otak bawah sadar, tepatnya di otak kanan. (Quantum Ikhlas, 2007).
Inilah rahasia bangsa Jepang, Korea, China, Singapura, dan negara-negara Barat hingga menjadi bangsa maju. Belakangan hal itu mulai diketahui dan disadari pula di India, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Indonesia? Barangkali baru sebagian kecil orang memahami pentingnya pengembangan peran otak kiri bagi sebuah sistem pendidikan.
Ironis, di tengah bangsa-bangsa lain makin aktif mengembangkan model pendidikan ke arah yang lebih baik, Indonesia justru masih berkutat pada berbagai masalah kompleks. Waktu, pikiran dan tenaga kita seolah terkuras hanya untuk membahas masalah pemberantasan korupsi, karut-marutnya pelayanan publik dan masalah birokrasi yang berbelit.
Apa yang salah dengan pendidikan kita? Bukankah sejak duduk di kelas TK, SD, SMP, dan SMA siswa-siswi selain diajarkan beberapa pelajaran umum dan khusus juga tak ketinggalan selalu dicekoki pelajaran agama dan kewarganegaraan? Suasana religius pun selalu melingkupi keseharian anak-anak Indonesia. Khotbah-khotbah agama tak hanya dilakukan di tempat-tempat ibadah, namun juga di televisi, lingkungan kerja dan masyarakat.
Ini bertolak belakang dengan kehidupan nyata masyarakat kita, yang justru kurang mencerminkan nuansa kehidupan agamis. Budaya tertib dan bersih, yang diyakini sebagai bagian dari iman, terabaikan. Tatanan kehidupan masyarakat secara umum pun tidak menunjukkan kebajikan dan keteraturan.
Pelanggaran lalu lintas merupakan hal yang biasa. Budaya antre dan sopan-santun dianggap angin lalu. Kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan, rendah. Banyak orang masih membuang sampah sembarangan, sementara fasilitas umum kotor dan bau. Di lain pihak, kasus-kasus perusakan lingkungan dan kriminalitas jalanan selalu menghiasi media massa setiap hari.
Dari pengalaman ketika berkunjung ke Jepang dan mencermati secara seksama sekolah dasar di negeri Sakura ini, terlihat pembiasaan sikap disiplin dan tingkah laku bermoral telah ditanamkan sejak siswa mulai masuk sekolah. Meski tak dibekali pelajaran agama, tatanan kehidupan masyarakat Jepang nyatanya lebih mapan, tertib, bermoral.
Begitu anak didik memasuki lingkungan sekolah, mereka harus rela dan sabar melepas sepatu untuk ditukar dengan sandal/sepatu khusus yang sudah disediakan di loker-loker. Ketika siswa hendak ke toilet, sandal/sepatu yang dikenakannya pun masih harus ditukar lagi dengan sandal khusus toilet yang terparkir rapi di depan pintu toilet. Ingat, usai memakainya, siswa harus mengembalikannya ke posisi semula untuk memudahkan rekan lain yang akan menggunakan selanjutnya. Meski kelihatannya sepele, namun pembiasaan-pembiasaan ini dapat menumbuhkan kesadaran pada siswa untuk bersikap sabar, bertanggung jawab, menghargai orang lain, hidup bersih dan selalu menjaga kesehatan tubuh.
Di dalam kelas sendiri, anak-anak Jepang sudah dibiasakan melayani teman-teman sekelasnya dengan menyajikan makanan secara bergiliran. Pembiasaan ini untuk menanamkan kesadaran anak-anak agar tertib, disiplin, menghargai budaya antre, rajin, penuh kebersamaan dan peduli sesama.
Di kelas-kelas sekolah Jepang banyak dipajang hasil karya siswa, baik di dinding maupun di atas rak-rak tempat tas siswa. Coraknya beraneka ragam, mulai dari karya dari barang-barang bekas dengan disain robot, mobil, dan bangunan tinggi hingga bentuk-bentuk karya lainnya yang lebih rumit.
Pembiasaan memamerkan hasil cipta karya siswa, merupakan momentum bagi siswa untuk meraih cita-cita. Lewat karya-karya tersebut, anak-anak Jepang kelak diharapkan bisa menjadi perakit mobil, robot, arsitek gedung-gedung bertingkat dan pencipta alat-alat canggih lainnya hingga menjadi kebanggaan bagi bangsanya.
Memang, kemampuan untuk berkreasi mendapat porsi besar dalam sistem pendidikan di Jepang. Sejak dini kemampuan dan kreativitas siswa digali sebesar-besarnya demi disiapkan sebagai tenaga terampil penuh kreativitas di bidang masing-masing di masa depan.
Falsafah Jepang mengatakan, "Anak-anak adalah harta karun negara". Nasib bangsa masa depan diyakini ada di pundak anak-anak mereka. Maka, negara selalu memperlakukan istimewa anak-anak Jepang, baik dibidang pendidikan, kesehatan, gizi, maupun perkembangan emosionalnya. Sistem pendidikan nasional Jepang pun lebih diarahkan demi kemajuan anak-anak bangsa ke depan.
Apakah kita akan terus membiarkan sistem pendidikan ini lebih bertumpu pada logika, tanpa mengutamakan penggalian kemampuan dan kreativitas seperti anak-anak Jepang? ***
Penulis adalah staf Direktorat Pembinaan TK dan SD,
Ditjen Mandikdasmen, Depdiknas.
Tuesday, October 20, 2009
MEMBANGUNKAN RAKSASA YANG SEDANG TERTIDUR LELAP BERNAMA INDONESIA
“ INDONESIA”
Oleh : arman andi amirullah
Secara tidak sengaja kami membaca sebuah buku berjudul “ Menjadi Bangsa Pintar “ yang ditulis oleh Heppy Trenggono. Penulis buku tersebut menceriterakan pengalaman-nya berkunjung ke Eropa, dan salah satu negara yang dikunjungi adalah bangsa Belanda yang dulu menjajah negeri ini selama 350 tahun suatu waktu yang sangat lama, kalau dihitung maka terjadi pergantian generasi sebanyak 11 kali..suatu penjajahan yang menyedihkan...secara reflek membuat jantung ini bergetar laksana gempa yang berkekuatan 9,8 skala richter.. menahan luapan kemarahan yang muncul dari semangat cinta tanah air yang mulai tumbuh.
Namun yang menarik bagi penulis adalah ketika penulis buku tersebut tersadar sesadar-sadarnya bahwa hanya sebesar inikah negara yang dulu menjajah negeri kami yang begitu lama?. Penulis buku tersebut terkaget-kaget melihat negeri Belanda yang begitu kecil hanya seluas 41.526 km persegi bandingkan dengan negara kita yang memiliki luas wilayah hampir 2 juta km persegi...., jumlah penduduknya-pun sangat sedikit hanya 9 juta jiwa...bandingkan dengan Indonesia jumlah penduduknya terbesar ke 5 di dunia...., kalau kita bandingkan penduduk negeri Belanda maka hanya sebanding dengan jumlah penduduk di wilayah Jakarta.
Yang menarik dari cerita tersebut di atas adalah mengapa bisa bangsa Indonesia dijajah oleh negeri yang kecil dengan jumlah penduduk yang kecil ? saya kira semua pembaca sudah mengetahuinya.
Tapi yang menjadi pertanyaan besar adalah maukah kita merubah MENTAL terjajah tersebut..?.
Apa yang patut kita perbuat saat ini sebagai penduduk negeri yang kita cintai ini ?
Penulis tidak akan membahas lebih jauh mengenai penjajahan oleh Belanda, tetapi akan membahas lebih dalam tentang Membangunkan Raksasa yang sedang tertidur lelap bernama : Indonesia.
Dalam buku “ Menjadi Bangsa Pintar” banyak membeberkan kekuatan bangsa ini, sehingga patut diberi julukan sebagai raksasa yang sedang tertidur lelap seperti negeri tirai bambu...sebagaimana dikatakan oleh Alberth Einstein bahwa “ Biarkan China tertidur lelap karena kalau mereka terbangun maka dia akan menjadi raksasa ekonomi yang akan menggenggam dunia ini “ dan terbukti sekarang bagaimana China saat ini membangun ekonominya secara spektakuler sehingga hampir menguasai semua lini berbagai produk yang beredar di dunia ini.
Bagaimana dengan kekuatan sumber daya yang ada di negeri kita bernama INDONESIA ?.
Bukankah sejak dulu, nenek moyang kita terkenal sebagai pelaut ulung ? sampai melanglang buana ke benua Afrika ?.
Bukankah negeri ini sejak jaman dulu terkenal sebagai negeri yang subur makmur dengan limpahan hasil alam yang begitu besar sehingga negeri penjajah tergiur untuk menjajah Indonesia ?.
Belum lagi kerajaan yang ada di Indonesia dan pernah menjadi jaya sampai ke negeri tetangga bahkan ke negeri China, kita masih ingat kebesaran nama MAJAPAHIT, SRIWIJAYA, MATARAM, dan juga masih segar ingatan kita kebesaran nama HAYAM WURUK, GAJAH MADA, MULAWARMAN, SEILENDRA, PURNAWARMAN, SYEKH YUSUF, SULTAN ISKANDAR, FATAHILLAH, WALI SONGO, dan lain-lain.
Belum lagi potensi kekayaan laut yang melimpah karena wilayah Indonesia yang begitu besar 2/3 dari wilayahnya adalah lautan luas, setiap tahun hasil lautnya dicuri oleh negara lain yang nilainya kurang lebih 50 triliun rupiah ( bayangkan kalau itu baru jumlah yang dicuri oleh negara lain setiap tahun, belum besarnya kekayaan yang ada dalam lautan kita), cadangan minyaknya diperkirakan mencapai lebih dari 45 milyar barel. Kekayaan batubaranya terbesar keempat dunia, kekayaan timahnya nomor dua dunia, bahkan nikelnya terbesar di dunia, belum lagi tembaga, biji besi, gas cair, karet, minyak sawit, udang lobster, emasnya yang tidak terhitung banyaknya di negeri papua, dan sayangnya dikelola oleh negara lain sejak 40 tahun yang lalu.
Bagaimana kekayaan budayanya ? negeri ini adalah negeri yang sangat kaya dengan ragam budaya bahkan terbesar di dunia...lihatlah jumlah pulaunya 17.508 pulau, memiliki 746 bahasa daerah, 556 suku yang tersebar di seluruh penjuru negeri di 19 hukum adat, memiliki 6 agama dan kepercayaan, serta 468 kabupaten/kota.
Bagaimana potensi sumber daya manusianya ? masih segar dalam ingatan kita, baru-baru ini bangsa Indonesia mengirim delegasi mengikuti ajang kompetisi olympiade matematika dan sains tingkat pelajar di Singapura dengan jumlah delegasi 75 siswa, tahukah anda kalau Indonesia menyabet 73 medali ? termasuk 36 medali emas....bukankah itu bukti kehebatan sumber daya manusia kita, belum lagi ajang olympiade bidang lain seperti fisika, kimia, juga menyabet medali emas yang begitu banyak.
Berapa banyak Guru Besar di negeri ini...belum lagi yang bergelar Doktor, lalu master (S2) yang sudah tidak terhitung banyaknya...apalagi jumlah sarjana yang berlabel masyarakat intelek bertebaran dimana-mana seperti bintang yang bertaburan namun tidak bercahaya...
Bidang Teknologi? Bukankah kita sudah lama bisa membuat pesawat jet canggih bermesin ganda, berteknologi spy by ware hasil inovasi anak bangsa bernama: Habibie...,
Bukankah baru-baru ini dalam gelar produk kreatif anak-anak SMK memperlihatkan hasil inovasinya dengan berbagai jenis mobil rakitannya, muali dari jenis sedan, sport, family, serta jenis pick-up. Bahkan anak SMK mampu merakit Laptop dengan harga yang terjangkau.
Belum lagi potensi pariwisata yang sangat menggiurkan sampai-sampai negeri tetangga iri dengan potensi alami yang kita miliki karena bukan buatan manusia...tapi buatan Allah Yang Maha Kuasa, lihatlah Bali, Lombok, Bunaken, Toraja, Ujung Kulon, dan ribuan tempat wisata yang belum dikembangkan. Bandingkan dengan tempat wisata di Malaysia dan Singapura yang banyak disulap menjadi area wisata.
Potensi buruh, lihatlah daerah pinggiran jakarta seperti Bekasi, Banten, Tangerang, Bogor, dipenuhi oleh pabrik-pabrik yang menggunakan buruh sampai ribuan jumlahnya, karena negeri kita terkenal dengan upah buruh yang murah...sehingga negara-negara maju membuat pabrik di Indonesia kemudian hasilnya dikirim ke negaranya lalu di kemas seolah-olah dibuat di negaranya sendiri.
Melihat semua kapasitas sumber daya yang kita miliki, serta potensi yang dapat dikembangkan baik potensi laut, daratan, hasil hutan, perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan, peternakan, pariwisata, agrobisnis, dan lain-lain...
Maka tidak ada alasan mengapa kita tertinggal oleh negara-negara lain termasuk negara tetangga...
Apakah bangsa ini sedang tertidur lelap..? sehingga tertinggal jauh dengan bangsa lain..!, ataukah karena penduduknya yang cuek dengan keadaan bangsanya, sehingga kebanyakan orang hanya memikirkan dirinya sendiri..tanpa mau memikirkan bangsanya.
Bagaimana membangunkan bangsa ini dari tidurnya yang lelap..?
Perlu gerakan moral yang besar, semangat patriotisme yang besar dan bergerak secara besar..bukan gerakan yang kecil, moral yang biasa-biasa saja, semangat yang kecil.
Bagaimana melahirkan gerakan membangun bangsa yang besar...., semangat yang besar...
Secara ilmiah..maka menurut para ahli neurologi: kemampuan untuk merasakan semangat patriotisme, moral yang tinggi, serta kemauan untuk berbuat bagi bangsanya adalah tanggung jawab OTAK KANAN, bukan pekerjaan OTAK KIRI.
Karena itu jalan satu-satunya untuk membangunkan raksasa yang sedang tertidur lelap bernama INDONESIA harus melalui: MENGAKTIFKAN OTAK KANAN SECARA CEPAT DAN MASSAL, sehingga semua rakyatnya kreatif, peduli, empati, inovatif, ikhlas, ulet, pantang menyerah, penuh dengan cinta dan kasih sayang.
Bagaimana memulainya ?
Harus dimulai dari para pendidiknya, tenaga kependidikannya, pembina pendidikannya, serta pemerintahnya. Sehingga program ini bisa berjalan secara cepat. Penulis sudah mencoba di tiga lokasi mengaktifkan otak kanan para Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, dan Kepala UPTD/Kancam, yaitu:” 1. Kec.Cilincing, Jakarta Utara, 2. RSDBI Kota Bengkulu, dan 3. Kec.Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang – Sulawesi Selatan. ( menyusul Kec.Wonomulyo, Kab.Polman-Sulbar, dan PGRI Kota Riau).
Respon dari para guru dan kepala sekolah sangat antusias karena mereka menganggap inilah inti permasalahan bangsa ini.
Kami berharap para pemimpin kita mampu membaca peluang ini sehingga kita tidak membuang-buang waktu untuk mengejar ketertinggalan kita dengan bangsa lain di dunia ini.
Begitupun kepada saudara-saudara kami para insan pers untuk dapat menggerakkan semangat ini menjadi semangat bersama untuk maju, melalui publikasi di media cetak dan elektronik.
www.armanbugis-wecanchange.com
armanbugis@yahoo.com
Thursday, September 10, 2009
ANTARA INOVASI, IMPROVISASI, DAN PEMBELAJARAN DI SD
(oleh: arman andi amirullah )
Inovasi, Improvisasi, dan Pembelajaran..adalah suatu kata yang tak asing di telinga kita.., kata-kata inovasi sering kali menghiasi media cetak, elektronik dan dunia perbukuan di Indonesia, begitupun kata improvisasi sangat akrab di telinga musisi ataupun aktor serta para sutradara...tapi apakah pernah disadari oleh para pendidik kita bahwa:
bagaimana jadinya apabila ketiga kata tersebut terjadi kolaborasi yang optimal serta dilandasi dengan kekuatan cinta dan kasih sayang...?
dan apa pula dampaknya bagi perkembangan kualitas bangsa ke depan ?.
Mari kita coba untuk menelaah lebih dalam dari sebuah kata yang bernama Inovasi..., bukankah kata ini yang membuat bangsa Jepang maju terutama dunia otomotifnya karena dilakukannya inovasi secara terus menerus terhadap mobil-mobil Jepang? dan membuat dunia otomotif Amerika hampir gulung tikar ! Bukankah juga karena kata inovasi maka terjadi perkembangan teknologi di dunia ini secara cepat ?.
Lalu bagaimana dengan kata improvisasi...! bukankah kata ini yang membuat seorang pelawak atau seorang penyanyi bisa menjadi presenter yang banyak dicari oleh dunia televisi dengan bayaran yang sangat mahal karena improvisasinya yang bagus? Bukankah karena kata ini banyak penyanyi yang sukses karena kepintarannya melakukan improvisasi dalam membawakan sebuah lagu ? bukankah karena kata ini pula banyak lahir jenis-jenis musik yang baru dan menjadi ngetop ? sampai-sampai kegemaran browsing di internet secara On-Line bisa jadi lagu dan ngetop ! bahkan karena dia sering lupa syairnya-pun bisa jadi lagu yang terkenal.. ! belum lagi hanya gara-gara sulit mendapatkan jodoh pun bisa menjadi lagu ngetop karena ” Improvisasi ”.
Masihkah kita mau menganggap remeh kata-kata tersebut ?.
Lalu bagaimana pula nasib kata pembelajaran di sekolah ?
Duh...sungguh malang nasibnya kata tersebut...sejak puluhan tahun yang lalu tidak banyak membuat perubahan terhadap negeri ini...kata tersebut sering diolok-olok dengan persamaan kata: Kaku, monoton, membosankan, memberatkan, tidak kreatif, miskin, tertekan, menyeramkan, mati, beku, dingin, tidak bersemangat, tidak mempunyai ruh.....dan segala macam olok-olok yang diterimanya...
Apakah kata pembelajaran tersebut akan mengalami nasib seperti itu selamanya ?
Tidak..! karena kata inovasi dan improvisasi dapat melakukan sesuatu yang besar dengan melakukan kolaborasi yang cantik sehingga bisa menolong pembelajan di sekolah untuk keluar dari masalah yang dihadapinya....
Bagaimana caranya..?
Yaitu inovasi dan improvisasi akan bereaksi melakukan kerja sama yang baik dengan pembelajaran sehingga nasib pembelajaran akan sama dengan nasib mobil-mobil Jepang, karena akan senantiasa dilakukan inovasi secara intensif melalui perenungan yang mendalam, serta dengan mencontoh negara-negara yang sudah berhasil dalam hal inovasi.......
Setelah ditolong oleh kata inovasi, maka kata improvisasi turut serta ikut bergabung bersama inovasi dalam membuat pembelajaran di sekolah menjadi kreatif, inovatif, hidup, berkarakter, inspiratif, penuh cinta dan kasih sayang yang tulus serta menyenangkan.
Bagaimana agar para pendidik kita dapat menerapkan kolaborasi tersebut ?
Untuk bisa menerapkan teknik kolaborasi antara inovasi, improvisasi dan pembelajaran para pendidik kita perlu memahami peran dan fungsi otak kanan manusia, karena tugas tersebut adalah wilayah otak kanan....
Kemampuan untuk melakukan inovasi dan improvisasi dalam pembelajaran di sekolah sangat ditentukan oleh : apakah orang tersebut berfungsi dengan baik otak kanannya atau tidak.
Pertanyaan selanjutnya : Bagaimana mengaktifkan otak kanan kita ? bisa Anda baca pada artikel terdahulu berjudul ” Teknik Mengaktifkan Otak Kanan Secara Instant ”.
Bagaimana cara kerja inovasi dan improvisasi dalam pembelajaran ?
Hal ini bisa kita lihat bagaimana seorang guru bernama Ibu Muslimah melakukan inovasi dalam pembelajaran dengan mengajak anak didiknya bersepeda ke Manggar ( Ibu kota kabupaten di belitong ) walaupun harus mengayuh sepedanya sejauh empat puluh kilometer hanya untuk menjelaskan kepada anak didiknya tentang matematika limit dengan menyaksikan langsung bagaimana pesawat itu mendarat dengan kecepatan tertentu.......
Inovasi Ibu Muslimah juga dapat dilihat bagaimana Ibu Muslimah mengajak anak didiknya ke pantai untuk menyaksikan langsung peristiwa PELANGI di langit sehingga terjadi pembelajaran dengan alam, tidak sekedar teori...., beliau juga mengajak anak didiknya untuk mengamati alam sekitar dengan memberi penjelasan tentang kejadian-kejadian alam tersebut dan sekali-kali memberitahu nama latin dari tumbuhan/binatang tersebut.
Dalam melakukan improvisasi Bu Muslimah memberi kesempatan kepada anak didiknya yang mengalami keterbelakangan mental untuk bergabung dengan anak didiknya yang normal, Bahkan terkadang anak didiknya ikut membantu Bu Muslimah dalam berinteraksi dengan si Harun ( anak yang seharusnya bersekolah di SLB ).
Improvisasi selanjutnya dapat dilihat sewaktu Bu Muslimah memberi mandat sepenuhnya kepada anak muridnya yang bernama Mahar untuk menciptakan sendiri apa yang akan dipersembahkan pada acara pagelaran budaya di Kampungnya, dan ternyata si Mahar berhasil menciptakan tari setingkat keahlian seorang kareografer tari dengan gaya ala papua, yang kemudian dapat menjuarai lomba tersebut.
Improvisasi juga dilakukan oleh kepala sekolah laskar pelangi dengan memberi cerita yang menarik kepada calon anak didiknya pada pertemuan pertama, bukan penjelasan teknis tentang peraturan yang berlaku di sekolah tersebut atau jadwal pemakaian baju seragam, atau berapa SPP yang harus dibayar oleh anak setiap bulannya, sehingga mampu membuat anak didiknya terpesona dan menggelorakan semangatnya untuk berjuang demi meraih cita-cita walau dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.
Ukuran kecerdasan bagi Bu Muslimah tidak tunggal, tapi beragam. Murid cerdas bukan hanya monopoli anak jago matematika, seperti Lintang. Sosok demikian hanya menunjukkan salah satu jenis kecerdasan : logical-mathematical intelligence.
Anak yang ulung mengarang dongeng, sekalipun kadang bualan, dan merdu melantunkan gurindam, semacam Mahar, juga berhak menyandang sebutan cerdas pada dimensi berbeda : linguistic dan musical intelligence.
Siswa yang lemot dalam berhitung, namun sok tahu, bermulut besar, banyak teori, selalu optimistis, dan punya jaringan luas seperti Kucai, yang karenanya terus-menerus jadi ketua kelas, tidak berhak dimaki, ” Bodoh!”. Ia memiliki sisi lain kecerdasan : interpersonal dan linguistic intelligence.
Begitulah improvisasi yang dilakukan oleh Bu Muslimah dalam merangsang setiap jenis kecerdasan itu berkembang secara alamiah. Sesuai kapasitas otak, bakat, emosi, dan mental anak. Bu Mus mengajar dengan pendekatan demikian itu hanya dengan mengandalkan naluri kepedulian dan cinta pada pendidikan anak.
Dapat kita bayangkan bagaimana dampaknya apabila para pendidik kita di indonesia memiliki kemampuan untuk melakukan kolaborasi yang cantik antara inovasi, improvisasi dan pembelajaran di sekolah dasar, maka bangsa ini dipastikan dapat menjadi bangsa yang besar, karena para pendidiknya mampu melahirkan orang-orang kreatif bahkan orang-orang besar yang akan membangun bangsa ini ke depan, tidak sekedar menjadi anak yang pintar dan menjadi juara olimpiade...!
www.armanbugis-wecanchange.com
armanbugis@yahoo.com
PENGARUH KEKUATAN CINTA DALAM TEKNIK PEMBELAJARAN
DALAM TEKNIK PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH
Oleh: Arman Andi Amirullah
CINTA seringkali dimonopoli oleh pasangan muda-mudi, terutama yang sedang dimabuk asmara, seolah kata tersebut diturunkan dari langit khusus untuk mereka berdua.
Sampai saat ini kata CINTA masih menjadi sebuah misteri yang tidak kunjung usai diperbincangkan, baik oleh generasi masa lalu, generasi sekarang, maupun generasi yang akan datang.
Namun kesempatan kali ini kita tidak akan membahas arti CINTA dalam persfektif dunia anak muda, akan tetapi kita akan membahasnya dari persfektif filosofi.
Sebelumnya kita perlu menyamakan persepsi tentang arti CINTA dalam kaitannya dengan kekuatan cinta, yaitu bahwa CINTA yang dimaksud dalam artikel ini adalah: “ Suatu kekuatan yang tidak tampak namun memiliki kekuatan yang dahsyat, dan berasal dari hati nurani yang paling dalam dengan dilandasi oleh keikhlasan untuk saling menyayangi sesama makhluk ciptaan Allah”.
Pertanyaan pertama yang muncul adalah :
Dimana letak kekuatan CINTA itu sendiri ?
Untuk memudahkan pembaca menangkap apa arti dari” kekuatan cinta” maka penulis mencoba menguraikannya dalam bentuk cerita:
“ Sebuah film yang fenomenal pernah menggemparkan perfilman nasional karena dapat menyedot penonton terbanyak dalam sejarah perfilman di indonesia, dialah film –LASKAR PELANGI- dikisahkan perjuangan seorang guru yang sangat cinta dan sayang kepada anak didiknya. Sang Guru tersebut mengajar sendiri nyaris tanpa dibayar selama 15 tahun, hanya diupah 15 kg beras yang kadang terlambat dan sudah kutuan. Namun terkadang beras tersebut rela dijual hanya untuk membeli kain lalu dijahit sendiri oleh ibu guru tersebut buat dipakai oleh anak didiknya dalam lomba cerdas cermat di desanya sehingga tidak menjadi cemohan oleh sekolah lain. Suatu waktu sang guru bersepeda bersama anak didiknya menuju ibu kota kabupaten dengan jarak 40 km, kemudian ban sepeda anak didiknya kempes, lalu sang guru begitu ikhlas memompa sendiri ban sepeda anak didiknya. Dilain waktu kancing baju anak didiknya copot, ibu guru tersebut menjahit kancing baju anak didiknya penuh cinta dan kasih sayang.
Dalam film tersebut juga dikisahkan sewaktu hujan lebat..disertai petir..anak didiknya mulai ketakutan karena air hujan menerobos atap sekolahnya yang hampir roboh, terkadang kalau malam hari menjadi tempat berteduh ternak .., sang guru belum juga muncul...anak didiknya ( kls 2 SD ) dilanda ketakutan.., tiba-tiba sang guru muncul dalam keadaan basah kuyup berpayungkan daun pisang.., kemudian salah seorang muridnya bernama ikal menyaksikan ibu gurunya datang penuh dengan cinta dan kasih sayang..lalu terpatri di dalam hati sang murid: “ bahwa suatu saat saya akan menulis untuk Ibu guruku yang tercinta”.( asal usul lahirnya buku LASKAR PELANGI ).
Begitulah arti sebuah CINTA yang memiliki kekuatan yang dahsyat..sehingga bisa melahirkan orang-orang sukses ditengah keterbatasan sarana maupun sumber daya.
Contoh lain : dari kekuatan CINTA dalam perfektif muda-mudi yang sedang jatuh cinta dapat kita temui, bagaimana seorang kekasih rela berpanas-panasan bahkan kehujanan hanya untuk memenuhi permintaan sang kekasihnya. Bahkan tidak berlebihan kalau kita mengingat kata-kata yang sering terdengar oleh telinga kita : “ Tai ayam pun bisa terasa coklat..” ( begitulah arti kekuatan cinta ). Apa yang akan disampaikan oleh sang kekasih dapat dengan mudah ditangkap oleh kekasihnya, bahkan terkadang belum disampaikan sudah dapat ditangkap oleh kekasihnya, karena adanya hubungan batin.
Pertanyaan kedua adalah :
Apakah kekuatan cinta dapat diterapkan dalam teknik pembelajaran ?
Menurut pengamatan penulis bahwa kekuatan cinta tersebut sangat memungkinkan untuk diterapkan dalam teknik pembelajaran di sekolah.
Karena dengan kekuatan CINTA dapat dirasakan getarannya oleh anak didik kita sehingga mereka merasa disayangi oleh gurunya yang berdampak kepada adanya keikhlasan yang muncul oleh murid untuk berbuat sesuatu yang terbaik bagi ibu gurunya sebagai rasa terima kasihnya atas cinta yang tulus yang diberikan dari ibu gurunya.
Atas dasar balas cinta sang guru, murid pun ingin menunjukkan rasa cintanya kepada ibu gurunya dengan prestasi yang dicapai dengan belajar sungguh-sungguh dan penuh kesadaran sehingga akan memicu kemauan sendiri untuk belajar.
Pertanyaan ketiga adalah :
Apa dampaknya bagi peningkatan proses belajar mengajar di sekolah ?
Dampak yang pertama dirasakan oleh murid adalah: dengan kekuatan CINTA dari seorang guru kepada muridnya, dapat memicu/merangsang otak kanan anak untuk aktif secara optimal sehingga kemampuan berpikir anak dapat melejit secara radikal, yang pada akhirnya akan melahirkan proses belajar yang bermutu.
Bukan saja anak didiknya yang aktif otak kanannya, akan tetapi dengan kekuatan CINTA sang guru, juga dapat memicu otak kanan guru tersebut untuk bekerja secara optimal, sehingga kemampuan berpikir kreatif akan lahir dari seorang guru yang ikhlas untuk mencintai muridnya seperti mencintai dirinya sendiri.
Menurut hemat penulis teknik ini secara diam-diam telah diterapkan oleh guru di jepang melalui keikhlasan mengajar serta CINTA kepada pekerjaannya sebagai guru, sehingga melahirkan kekuatan CINTA bagi anak didiknya.
Dampak lain dari adanya kekuatan CINTA seorang guru, yaitu dapat menyamakan frekuensi dan gelombang antara guru dan murid sehingga proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan secara mudah karena gelombangnya sudah sama. Hal ini dapat kita buktikan bagaimana apabila seseorang ingin menangkap siaran radio Prambors yang memancar pada frekuensi FM di gelombang 100,02 kilo herzt. Lalu kita memutar radio di rumah di frekuensi dan gelombang yang berbeda...yaitu di frekuensi AM di gelombang 100,01..apakah siaran radio prambors tersebut dapat kita tangkap dengan baik..? jawabannya : tentunya tidak bisa ditangkap siaran radio tersebut karena gelombang dan frekuensinya tidak sama. Walaupun frekuensinya sudah sama, apabila gelombangnya tidak sama misalnya bedanya hanya 0,1 kilo herzt maka siaran radio tersebut tidak bisa ditangkap oleh kita, kalaupun ada suara maka suara itu tidak jernih tapi berbunyi kresek-kresek.
Karena itu boleh jadi anak didik kita di sekolah saat ini tidak dapat menangkap dengan baik ilmu yang diajarkan oleh gurunya karena gelombangnya belum sama.
Kalau begitu betapa pentingnya menyamakan gelombang antara guru dan murid.
Apa saja yang perlu dilakukan oleh seorang guru sehingga dapat menyamakan gelombangnya dengan muridnya..?
Hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru agar gelombangnya sama dengan muridnya adalah sebagai berikut :
1. Mengajar penuh dengan Cinta dan kasih sayang terhadap anak didiknya.
2. Setiap hari mendoakan anak didiknya sehabis sholat subuh, agar menjadi anak yang sukses dan mudah menerima pelajaran yang diberikan oleh guru.
3. Sebelum murid sampai di sekolah, guru dan kepala sekolah sudah menunggu sang murid di pintu gerbang, sesekali sambil mengelus kepalanya penuh dengan CINTA dan Kasih Sayang.
4. Senantiasa memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya.
5. Banyak berbuat baik terhadap anak didik dan orang tua murid, serta masyarakat sekeliling sekolah.
Dampak lain yang juga tidak kalah pentingnya bagi anak didik adalah: dengan kekuatan Cinta dan Kasih Sayang dalam teknik pembelajaran di sekolah dapat melahirkan generasi yang tumbuh penuh dengan cinta dan kasih sayang sehingga tidak lagi terjadi perkelahian antar pelajar, penyalah gunaan narkoba, kerusuhan, dan lain-lain.
Juga dapat melahirkan generasi yang peduli kepada sesama, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda.
Keadaan ini menjadi sebuah mimpi apabila dihadapkan pada kenyataan bahwa: “ Kapan suasana seperti ini dapat kita capai kalau para guru kita terfokus untuk saling berlomba mengejar nilai yang tinggi untuk memenuhi persyaratan agar anak didiknya dapat memenuhi persyaratan kelulusan, dengan melalui usaha latihan mengerjakan soal-soal, try out, serta tambahan les beberapa mata pelajaran, dan lain-lain. Belum lagi guru kita waktunya banyak tersedot oleh administrasi kelas, pelaporan dana BOS, pelaporan bantuan dana DAK, block grant, serta dana-dana lainnya.
Dipersembahkan oleh : arman andi amirullah, staf Dit.Pembinaan TK dan SD, Depdiknas.
( http://www.armanbugis-wecanchange.com )armanbugis@yahoo.com
Friday, May 29, 2009
PERANAN OTAK KANAN DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA
( Oleh : A.A.Amirullah )
Salah satu yang membedakan manusia dengan makhluk lain ciptaan Allah SWT adalah diberikannya manusia berupa ”otak kanan” yang kemampuannya sungguh luar biasa, dapat menembus batas, bahkan tak terbatas.
Walaupun seluruh informasi yang ada di dunia ini dimasukkan ke dalam otak manusia, otak kita tidak akan penuh bahkan belum cukup separuhnya terisi.( Irwan Widiatmoko ) Pemegang Rekor Pertama Daya Ingat MURI.
Sebagai perbandingan : Seekor lebah yang bisa menghasilkan madu jauh melebihi dari kebutuhannya dan bisa menjaga mutu madunya dari serangan hama maupun cuaca, hanya memiliki kapasitas otak 7.000 sel. . Coba kita bandingkan dengan sel otak manusia yang memiliki 1 Triliun sel, yang artinya bahwa sel otak manusia 142.857.143 kali lipat dari sel otak lebah. ( apa yang mampu kita perbuat bagi bangsa dengan memiliki 1 triliun sel otak ? dengan memiliki 1 triliun sel kenapa kita tidak mampu melahirkan guru yang kreatif ? ).
Otak adalah alam semesta seberat satu kilogram ( Marian C.Diamond ).
Kapasitas otak manusia adalah angka satu diikuti angka nol yang panjangnya 10 pangkat 5 juta kilometer. Deretan nol sepanjang 10 pangkat 5 juta kilometer adalah sebanding dengan perjalanan bumi ke bulan sebanyak 14 kali pulang pergi ( Irwan Widiatmoko, Super Great Memory), sungguh luar biasa potensi yang dimiliki oleh manusia dan sangat disayangkan kita tidak mampu menggali kemampuan tersebut sehingga bagaikan gunung emas yang tidak termanfaatkan.
Otak manusia akan lebih optimal manakala dapat menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara seimbang. Inilah rahasia negara-negara maju dalam mencetak generasi unggul seperti Jepang, China, Korea, Singapura, dll. Kapan Indonesia menyadari hal ini ? atau sudah lama mengetahuinya tapi tidak melakukan apa-apa ( apakah tidak sama dengan membunuh kemampuan anak didik kita ? ).
Setelah lama mencari tau apa penyebab bangsa ini tidak maju-maju, barulah saat ini penulis mendapatkan jawabannya : yaitu tidak dimanfaatkannya potensi otak kanan dalam mencetak generasi yang unggul atau generasi kreatif.
Salah satu keunikan otak kanan manusia karena kemampuannya menerima hal-hal yang berhubungan dengan spiritualitas, kepekaan, kepedulian terhadap sesama, maupun semangat untuk berbuat sesuatu bagi orang lain.
Pantaslah pembelajaran Pendidikan Agama kita di sekolah tidak berhasil menciptakan orang-orang baik, karena hal-hal yang berbau agama atau spiritual tidak mampu ditangkap atau dirasakan oleh otak kiri anak didik kita.
Pantaslah anak didik kita tidak kreatif karena anak didik kita hanya menggunakan otak kiri dalam proses belajar mengajar.
Pantaslah anak sekolah sering tawuran atau pergaulan bebas, kekerasan, narkoba, aborsi dan sebagainya karena lebih banyak mengeksploitasi otak kirinya dari pada otak kanannya.
Menurut pakar neurologi ( Taufik Pasiak ) dikatakan bahwa : apabila kedua sisi otak kita tidak seimbang atau yang berfungsi hanya otak kirinya saja maka akan berdampak pada kepribadian seseorang dalam bertindak, seperti melihat segala sesuatunya dari sisi perbedadaannya dari pada sisi persamaannya, lebih memilih untuk berburuk sangka dari pada berbaik sangka, lebih banyak perasaan iri dari pada perasaan bersyukur, lebih banyak rasa bencinya dari pada rasa kasih sayangnya, lebih banyak menyakiti dari pada membuat bahagia, lebih banyak khawatirnya dari pada keyakinannya, lebih banyak putus asanya dari pada optimisnya.
Kemudian dilanjutkan oleh Taufik Pasiak bahwa manakala seseorang dapat menggunakan kedua sisi otaknya secara seimbang dalam kehidupan sehari-harinya maka akan terjadi sebaliknya: yaitu melihat segala sesuatunya dari sisi persamaannya dari pada perbedaannya, lebih banyak berbaik sangkanya dari pada berburuk sangkanya, lebih banyak rasa kasih sayangnya dari pada rasa bencinya, lebih banyak bersyukurnya dari pada mengeluhnya, dan seterusnya.
Coba kita pikirkan sejenak, bagaimana seandainya bangsa ini menyadari hal ini, dan diterapkan dalam dunia pendidikan kita di Indonesia, maka tentu akan terjadi perubahan secara besar-besaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penulis sangat optimis manakala hal ini disadari oleh para pakar pendidikan kita serta para petinggi negeri ini, tidak lama lagi negeri ini akan menjadi buah bibir dunia.
Mengapa demikian ? jawabannya adalah : karena dengan menyeimbangkan kedua sisi otak kita maka akan meningkatkan kemampuan berpikir kita serta meningkatkan kesadaran kita tentang rahasia kehidupan ini, serta mampu merasakan keberadaan Sang Pencipta Alam Semesta ini.
Bagaimana pengaruhnya bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia ?
Apabila para pendidik kita sudah menyadari pentingnya peranan otak kanan dalam meningkatkan kemampuan berpikir dan kemampuan daya rasa serta mengetahui cara mengaktifkan otak kanan anak didiknya, maka tunggulah akan lahirnya generasi kreatif dan generasi yang berbudi pekerti yang tentunya tidak lagi para pendidik kita terbelenggu oleh ” KURIKULUM ” karena otak kreatifnya dapat berfungsi secara berkelesat dan lahirlah ide-ide kreatif, ide-ide cemerlang dalam melengkapi kurikulum kita yang serba terbatas daya jangkaunya.
Dengan kemampuan otak bawah sadar yang terdapat pada bilik otak kanan kita, dapat meningkatkan kemampuan para tenaga pendidik dalam mengejawantah
kan kurikulum yang memiliki ROH, tidak sekedar mencapai target serapan kurikulum, akan tetapi kita akan mampu membuat kurikulum yang hidup dan menjadi pemicu lahirnya generasi yang haus ilmu dan berbudi pekerti.
Dipersembahkan untuk para pendidik dan pakar pendidikan di Indonesia.
Ditulis oleh : www.armanbugis-wecanchange.com
Tuesday, April 21, 2009
GURU KECIL OTAK KANAN VERSUS GURU BESAR OTAK KIRI
VERSUS
GURU BESAR “ OTAK KIRI “
( Oleh : Arman A.Amirullah )
Guru Kecil bilamana kita sandingkan dengan Guru Besar maka akan terpikir oleh kita bahwa yang dimaksud dengan guru kecil adalah seorang guru yang mengajar di sekolah dasar dengan pendidikan DII atau S1 bahkan ada yang masih tamatan SPG. Dan yang lebih memprihatinkan adalah karena masih banyak di negeri ini guru kecil yang hanya tamatan SMA atau SMK terutama di daerah pelosok di seluruh penjuru nusantara.
Berbeda dengan Guru Besar: yang biasanya bergelar Professor mengajar di Perguruan Tinggi dengan berbagai kelengkapan fasilitas seperti tas kulit, jas lengkap dengan dasinya, tak lupa laptop di dalam tas serta HP seri terbaru di genggaman tangan kanannya. Sewaktu-waktu sang guru besar kelihatan bingung karena lupa dimana menyimpan kaca matanya, serta lupa dimana mobilnya diparkir.
Itulah perbedaan kedua sang GURU kita seperti antara langit dan bumi.
Tapi coba kita simak komentar Penulis buku LASKAR PELANGI ( Andrea Hirata) dalam buku ” The Phenomenon Of Laskar Pelangi” bahwa walaupun Saya sudah mengenyam pendidikan di Universitas terkemuka di dunia ini dan diajar oleh Guru Besar tercerdas di dunia namun bagi Saya tetap pendidikan yang terbaik yang pernah kami peroleh adalah pada waktu belajar di sekolah dasar LASKAR PELANGI di pedalaman pulau Belitong yang diajar oleh seorang guru yang sangat kami cintai yaitu Ibu MUSLIMAH( seorang Guru Kecil ” Otak Kanan ”).
Seorang Guru Kecil yang membuat penulis buku LASKAR PELANGI jadi cinta ILMU, cinta dengan tantangan serta petualangan, sampai sang murid terinspirasi untuk bisa membahagiakan gurunya dengan bercita-cita suatu saat akan menulis buku yang akan dipersembahkan untuk Ibu gurunya dan bertekad dapat bersekolah ke Sorbonne di Prancis serta bercita-cita dapat mengelilingi Eropa dan Afrika.
Kenapa sang penulis buku LASKAR PELANGI tidak merasa terkesan dengan pendidikan yang didapatkan di bangku kuliah di Sorbonne dengan tenaga pengajar seorang Guru Besar yang berkaliber dunia ?
Suatu pertanyaan yang patut kita selidiki ! Kenapa seorang murid sekolah dasar yang hampir roboh yang hanya diajar oleh seorang guru kecil yang hanya berpendidikan SKP ( setingkat SMP ) dengan fasilitas yang serba kekurangan, merasa mendapat pendidikan terbaik dibanding dengan selama belajar di Universitas terbaik di dunia dengan dosen seorang Guru Besar yang berkaliber dunia ?.
Jawabannya adalah karena sewaktu belajar di sekolah dasar Muhammadiyah di pedalaman Belitong mendapatkan Cinta dan kasih sayang seorang Guru Kecil dengan tulus dan ikhlas, membuat Andrea Hirata bisa merasakan cinta ILMU, sehingga haus dengan ILMU dan bertekad untuk mencari ILMU tersebut walaupun sampai ke Eropa dan Afrika. Sedangkan sewaktu di Universitas Sorbonne Prancis, mereka merasa belajar dengan penuh beban, tekanan, dan stress diajar oleh Guru Besar, seolah ingin cepat-cepat pergi dari hadapan Professornya.
Pertanyaan selanjutnya adalah: kenapa seorang Guru Kecil seperti Ibu MUSLIMAH mampu menginspirasi muridnya sehingga tergila-gila dengan ILMU, sedangkan seorang Guru Besar bergelar Professor tidak mampu membuat mahasiswanya untuk mencintai ILMU bahkan malah membuat mahasiswanya stress, tertekan, terbebani, membosankan, mengerikan dan sebagainya.
Jawabannya adalah : karena Ibu MUSLIMAH adalah seorang Guru Kecil ” Otak Kanan” sedangkan Professor di Universitas Sorbonne adalah seorang Guru Besar ” Otak Kiri”.
Pertanyaan selanjutnya adalah : Apa bedanya Guru Kecil ” Otak Kanan” dengan Guru Besar ”Otak Kiri” ?
Jawabannya adalah : Guru Kecil ” Otak Kanan” mampu menggunakan otak kanannya yang penuh dengan CINTA dan kasih sayang dalam menyampaikan cahaya ILMU kepada muridnya melalui HATI yang ikhlas sehingga mampu membuka mata hati anak didiknya untuk menimba ilmu pengetahuan sekaligus mencintai ILMU yang terbentang di muka bumi ini.
Sedangkan Guru Besar ”Otak Kiri” hanya mampu memberi rumus-rumus, segudang teori, logika, serta penelitian-penelitian ilmiah yang membuat mahasiswanya jadi kaku seperti mesin robot yang siap digunakan sesuai perintah yang menggunakannya ( kadang-kadang error dan hang ).
Kalau Guru Kecil ” Otak Kanan” mampu mengalahkan pengaruh seorang Guru Besar ” Otak Kiri”, bagaimana nasib pendidikan bangsa kita kalau hanya dipenuhi oleh Guru Kecil” Otak Kiri”?
Para pembaca saya kira sudah bisa menebak bagaimana hasil dari mutu pendidikan kita.
Tapi coba seandainya yang terjadi sebaliknya, sekolah kita dipenuhi oleh Guru Kecil ” Otak Kanan” maka tunggulah lahirnya banyak Andrea Hirata kecil atau Lintang-Lintang kecil.
Semoga artikel sederhana ini mampu menginspirasi kita untuk banyak melahirkan Guru Kecil ” Otak Kanan” dan Guru Besar ” Otak Kanan”. BUKAN SEBALIKNYA.
Bagaimana menciptakan Guru Kecil ” Otak Kanan” dan Guru Besar ”Otak Kanan” ?
Tunggu jawabannya pada pada artikel berikutnya!!
Dipersembahkan oleh :
Arman A.Amirullah
Staf Dit.PTKSD-Ditjen Mandikdasmen Depdiknas.
Friday, April 3, 2009
BEDAH BUKU " ANAK-ANAK YANG DIGEGAS"
YANG DIGEGAS
( Bedah buku : karya DU Faizah staf Dit.PTK-SD )
”Anak adalah mata air yang tak berbingkai, yang akan mengaliri tanah air yang subur ini...
Berikan dia pendidikan yang menyertai hati, penuh cinta dan kasih sayang...”.
Untaikan kata mutiara tersebut sebagai pembuka dalam buku ANAK-ANAK YANG DIGEGAS.
Salah satu buku yang menguak kegelisahan seorang pendidik sekaligus seorang Ibu yang merindukan suatu pendidikan paripurna yang dapat mengexplore segala potensi manusia yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta dengan kasih sayang-NYA.
Sungguh suatu kerugian besar yang dialami manusia di zaman modern ini karena ketidakmampuan-nya mengguna-kan potensi besar yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Apakah potensi besar itu ?
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa manusia terbagi dalam tiga komponen besar dari penciptaannya yaitu: Fhisik ( Tubuh ), Pemikiran ( Otak ), dan HATI (jiwa) yang bersemayam di jantung. Ketiga komponen besar tersebut yang paling memiliki potensi yang kuat bahkan dahsyat adalah bagian komponen HATI dimana komponen tersebut dapat mengakses otak bawah sadar manusia, serta dapat mengakses alam bawah sadar dan dapat menjadi sarana komunikasi dengan Sang Penciptanya.
Bahkan saat ini telah terbit buku yang mengupas tentang keajaiban HATI yang berjudul ” ZONA IKHLAS ” karya Erbe Sentanu; dalam buku tersebut disebutkan bahwa ada suatu wilayah di dalam hati manusia yang mana memiliki kemampuan yang sangat besar dan tak terbatas dan dirindukan oleh para pencari kebahagiaan dan para pencari ILMU PENGETAHUAN. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa bukan hanya sebagai sumber ilmu pengetahuan akan tetapi juga diyakini berisikan segala kebutuhan hidup manusia- dia bagaikan mata air sumber kecukupan alam semesta.
Belajar dari ilmu HATI yang dikupas oleh Erbe Sentanu dalam bukunya ZONA IKHLAS dapat diambil pelajaran bahwa pengembangan kemampuan seorang manusia tidak berawal dari kemampuan OTAK ( intelektual ) akan tetapi bersumber dari HATI ( emosional & spiritual ).
Karena itu kami sangat sepaham dengan Ibu DU Faizah yang mengupas salah satu masalah bangsa ini dalam bukunya yang berjudul ” ANAK-ANAK YANG DIGEGAS ”. Suatu buku yang menggugat tentang perlakuan yang keliru terhadap anak bangsa ini dengan digegas secara intelektual dan mengabaikan perkembangan anak sebagai manusia paripurna, yaitu ciptaan Allah yang sempurna dengan kelengkapan HATI sebagai cahaya ilmu pengetahuan dan sumber dari segala kecukupan manusia di alam semesta ini.
Dalam buku ANAK-ANAK YANG DIGEGAS juga dibahas bagaimana orang tua murid memperlakukan anak mereka seperti mesin robot dengan membebani segala macam pengetahuan dan kemampuan seperti; les matematika, les bahasa inggris, les piano, les IPA, kegiatan-kegiatan extra kokurikuler dan sebagainya, sehingga anak tersebut lupa akan potensi dirinya, mereka hanya menganggap OTAK ( intelektual ) sebagai satu-satunya alat peningkatan kemampuan dan kemapanan dirinya, suatu perlakuan yang secara tidak sadar telah mengebiri potensi yang ada dalam seorang anak manusia.
Dalam buku tersebut juga dikupas tentang orang tua sekarang yang merasa anak mereka tidak berguna alias bodoh manakala anak mereka memiliki nilai yang rendah dibidang matematika atau sains, dan mereka gelisah manakala anaknya belum bisa membaca-menulis diusia taman kanak-kanak. Padahal negara maju seperti Denmark mengajarkan baca-tulis-hitung diusia kelas 2 Sekolah Dasar (SD) dan tidak mengalami masalah dalam pembelajaran baca-tulis-hitung, malah bisa menciptakan generasi yang kreatif. Tegok pula negara maju seperti Jepang yang diusia SD hanya memberikan materi pelajaran yang mudah ( basic), tetapi jangan lupa mereka memfokuskan pengembangan OTAK KANAN ( yang kemampuannya 90% dari seluruh kemampuan otak manusia), di otak kanan itu pula yang dapat menerima hal-hal yang berbau spiritual, emosional, intuisi, firasat, kebahagiaan, empati, termasuk alam bawah sadar. Dan itu pula sebabnya pembelajaran pendidikan agama di SD tidak mampu ditangkap oleh anak didik kita ( sekaligus sebagai jawaban artikel ” Mempertanyakan Keberagamaan Pendidikan Agama ” Media Indonesia : 30/3/2009, Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma , Jakarta )
Saat ini, disaat manusia mengagung-agungkan intelektualitas ( OTAK KIRI ) secara tidak sadar mereka meninggalkan kemampuan OTAK KANAN, mereka akhirnya hanya mampu melihat apa yang tampak, tidak mampu membaca dan menelaah apa yang tidak tampak, padahal yang sesungguhnya; apa yang tampak itu adalah bersumber dari yang tidak tampak ( Zona Ikhlas,2009 ).
Yang cukup menarik bagi penulis adalah kisah nyata kehidupan para ilmuan dan para orang jenius di dunia ini sebagaimana yang ditulis dalam buku ANAK-ANAK YANG DIGEGAS sebagai berikut :
1. Seorang anak lelaki, 13 tahun, sangat lamban belajar. Baru hafal abjad pada usia sepuluh tahun. Bisa baca dengan baik setahun kemudian, mengalami kesulitan dalam motorik halus dan sukar menulis. Walaupun mengalami kekurangan dalam hal intelektual akan tetapi orang tuanya senantiasa menghadapi dan mengajari anaknya dengan CINTA dan kasih sayang.( tahukah anda bahwa beberapa puluh tahun kemudian anak lelaki itu menjadi Presiden pertama Amerika Serikat yaitu GEORGE WASHINTON ).
2. Seorang anak lelaki, 16 tahun, harus meninggalkan sekolah selama enam bulan atas perintah dokter karena mengalami nervous breakdown. Ia sangat tidak disukai murid maupun guru, terutama karena perilakunya yang aneh, perkembangannya terlambat untuk berbicara dan berjalan. Orang tuanya cemas tetapi yakin anaknya tidak mengalami kelainan tapi hanya keunikan . Anak itu hidup dengan dunia sendiri. Ia menciptakan agama sendiri, menggubah dan menyanyikan himne sendiri, dan jarang bercakap-cakap dengan orang lain. ( anak laki-laki yang dilabeli sebagai anak”dungu” kelak menjadi ilmuwan besar penemu teori Relativitas dia lah bernama: ALBERT EINSTEIN ).
3. Seorang anak lelaki, 6 tahun, Kelahirannya sulit dan kepalanya sangat besar. Sewaktu kecil ia pernah sakit parah, yang disebut orang tuanya ” demam otak”, di sekolah anak ini mengisolasi diri, sering tampak disorientasi, dan tidak rukun dengan teman-temannya yang lain, ia lebih suka menyendiri. Orang tuanya mengalami keguguran 3 kali sehingga sangat memproteksi kehadiran anak anak laki-lakinya itu. Ia sangat marah saat guru dan kepala sekolah mengatakan bahwa anaknya mengalami gangguan jiwa. Ia kemudian mengeluarkan anaknya dari sekolah kemudian mengajari anaknya sendiri di rumah dengan CINTA dan kasih sayang. ( anak laki-laki tersebut yang penyakitan dan ditolak oleh sekolah adalah THOMAS ALFA EDISON si penemu listrik dan tidak pernah menyelesaikan SD-nya).
Kisah lain diceritakan dalam buku ANAK-ANAK YANG DIGEGAS yaitu seorang jenius bidang matematika dari Malaysia bernama SUFIAH YUSOF diberi beasiswa selama 10 tahun oleh kerajaan Malaysia dalam program NEP karena ia mampu memasuki Oxford University di usia 13 tahun, selain jenius dibidang matematika ia pun juga berbakat dalam bidang olahraga dan merupakan pemain tenis handal dengan peringkat ke delapan. Akan tetapi saat berusia 15 tahun ia melarikan diri dari asrama mahasiswanya di Oxford, dan sempat dicari oleh polisi karena dicurigai diculik untuk mencuri rahasia kejeniusannya. Tapi apa yang terjadi kemudian sijenius tersebut dapat dilihat di dunia maya sebagai bintang porno ( silahkan search ” SUFIAH YUSOF ”).
Sebenarnya ada beberapa kisah serupa yang ditulis dalam buku ANAK-ANAK YANG DIGEGAS tapi penulis hanya memaparkan kisah di atas.
Pelajaran apa yang dapat dipetik dari kisah tersebut ?
Pertama :
Bahwa kecerdasan intelektual tidak menjadi jaminan kesuksesan seseorang.
Kedua :
Dengan CINTA dan Kasih sayang dapat menciptakan manusia-manusia cerdas seperti kisah di atas
Ketiga :
Dengan hanya mengandalkan kecerdasan intelektual ( otak kiri ) dapat menjerumuskan seorang manusia jenius menjadi seperti seekor binatang.
Keempat :
Dengan fakta di atas apakah masih kita mau mempertahankan ”fokus pada kecerdasan intelektual ? ”.
Tidakkah tergerak hati kita untuk mencoba menyelami kemampuan OTAK KANAN KITA ?
Tidakkah kita tertarik untuk menjadikan pelajaran di atas untuk membangun bangsa ini kedepan.
Semoga tulisan ini dapat mengetuk HATI kita untuk mau menyelami rahasia potensi OTAK KANAN kita yang diberikan oleh Sang Pencipta sebagai kesempurnaan penciptaan-NYA.
dibedah oleh :
Arman A.Amirullah
Staf Dit.PTK-SD Depdiknas
Thursday, January 22, 2009
MERAJUT SEMANGAT KEBANGSAAN
Oleh : Arman A.Amirullah
Suatu bangsa akan berwibawa manakala bangsa itu dapat mempertahankan dirinya sebagai layaknya suatu bangsa, tidak dilecehkan tetapi dihormati oleh bangsa lain.
Dalam rangka ini semua bangsa-bangsa di dunia ini berlomba untuk mengangkat harkat dan martabatnya dengan berbagai upaya dan cara untuk mewujudkan citranya sebagai bangsa yang beradab dan berwibawa di depan bangsa-bangsa lain.
Memang masih ada, terutama bangsa yang memiliki power, dalam rangka mencapai maksud tersebut justru dilakukan dengan cara merendahkan martabat bangsa itu sendiri, melalui tindakan yang melanggar norma-norma hukum internasional, bahkan melanggar hak azasi manusia sekalipun.
Dari gambaran di atas membuktikan begitu pentingnya peradaban dan kewibawaan suatu bangsa.
Namun ada cara bijak untuk mencapai semua itu dengan jalan membangun PENDIDIKAN suatu bangsa.
Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Singapore dll berusaha sekuat tenaga untuk membangun sektor pendidikannya, karena mereka sangat SADAR bahwa begitu pentingnya suatu Pendidikan bagi kemajuan suatu bangsa.
Sehingga anggaran negaranya dialokasikan untuk memajukan bidang pendidikan. Bagi negara-negara maju untuk sektor pendidikan ada yang sudah mengalokasikan dana pendidikan melebihi 35 % dari jumlah anggaran negaranya.
Coba bandingkan dengan negara kita yang untuk mencapai angka 20% saja harus mengubah UUD 1945, itupun baru tahun ini 2009 bisa mencapai 20%, sampai-sampai para guru menggugat UU APBN tahun 2006 dan dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi. Itu artinya pemerintah sudah terindikasi melanggar konstitusi.
Tapi anehnya kita membiarkan konstitusi tersebut dilanggar tanpa merasa bersalah sedikitpun.
PENDIDIKAN UNTUK SIAPA?
Kenapa kita harus bertanya : pendidikan untuk siapa ?
Jawaban pertanyaan ini dapat kita lihat fakta yang terjadi saat ini. Begitu banyak orang menuntut ilmu atau memperoleh pendidikan sampai ke luar negeri dan bahkan banyak pula yang dibiayai oleh negara.
Akan tetapi hasil pendidikan yang diperoleh tersebut sebagian besar digunakan sepenuhnya untuk kesuksesan pribadi, perusahaannya /holdingnya, sekolahnya, yayasannya, almamaternya, bukan untuk BANGSA nya! .
Akibatnya masing-masing orang memikirkan kepentingannya sendiri atau kelompoknya masing-masing. Sudah jarang kita temui saat ini orang yang memikirkan nasib bangsa ini kedepan, apalagi kalau kita bertanya; apa yang telah kita perbuat untuk kemajuan bangsa ? pastilah kita malu untuk menjawab pertanyaan tersebut karena kebanyakan dari kita lebih terfokus untuk bersaing dalam hal menonjolkan kesuksesan personal dari pada kesuksesan bangsa sendiri di depan bangsa-bangsa lain di dunia. Semangat inilah yang perlu kita pertanyakan kembali kepada hati kita masing-masing yang merasa peduli kepada bangsa sendiri.
Jika ego yang hanya memikirkan kesuksesan personal ini terus bersemayam di dalam hati sanubari kita maka bangsa ini tidak akan sanggup untuk bangkit mengejar ketertinggalan dengan negara- negara Asean seperti Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Philipina, apalagi dengan China, Jepang dan India sangat jauh kita ketinggalan dari mereka, masihkah kita tidak mau memikirkan nasib bangsa in ?
Siapa yang akan memikirkan nasib bangsa ini kalau setiap orang beranggapan bahwa “ kalau saya sendiri, tidak bisa mengubah keadaan ini, dan akan digilas oleh system yang ada “.
Kalau semua orang berpendapat demikian, siapa lagi yang memikirkan bangsa-Nya ?
Kalau semua orang pesimis dengan keadaan ini, kapan bangsa ini bisa maju ? penulis meminjam kata Rhenald Kasali: seandainya setiap orang beranggapan ” negaraku membutuhkan aku untuk merubahnya ”.
Bagaimana kalau yang terjadi sebaliknya, semua orang beranggapan ” negeriku sulit untuk berubah ”, maka tunggulah kehancuran bangsa ini.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SAAT INI ?
Untuk mengatasi semua ini, maka mau tidak mau kita sebagai warga negara yang cinta dengan bangsanya harus mempunyai rasa cinta dengan tanah kelahiran kita, tanah tempat kita mencari nafkah sehari-hari secara turun temurun.
Apakah kita tidak malu dengan perjuangan para pahlawan kita, yang demi untuk anak cucunya mereka rela mengorbankan nyawanya, demi untuk bangsanya, mereka rela disiksa, rela melihat orang yang paling dicintai gugur sebagai pahlawan, bahkan kakek penulis sendiri disiksa oleh penjajah karena tidak mau berhianat kepada bangsanya dengan cara yang menyedihkan. Belum lagi pengorbanan rakyat kita yang terkenal dengan peristiwa ” korban 40.000 jiwa di Sulawesi-Selatan” dan tentunya banyak lagi yang tidak bisa disebut satu persatu.
Sungguh suatu pengorbanan yang mulia demi karena cinta kepada negara dan bangsa INDONESIA.
Kami rasanya malu kepada para pahlawan yang telah gugur demi kejayaan bangsa.
Apakah kita masih tidak mau memikirkan bangsa ini ? apakah kita masih memilih untuk memikirkan kepentingan masing-masing atau golongan ?.
Saatnya kita harus merajut dan bersatu untuk bersama-sama memikirkan bangsa ini, minimal kita memikirkan ” apa yang dapat saya lakukan untuk bangsaku ”.
Kepada adik-adikku yang masih menuntut ilmu di Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi , minimal dapat memicu semangat belajar dengan tekad bahwa negaraku membutuhkan aku untuk berubah.
Kepada generasi muda, mari kobarkan semangat di dada, semangat juang para pahlawan yang telah gugur mendahului kita dengan meneruskan cita-citanya.
Kepada para cendekiawan, andalah tumpuan harapan kami untuk memikirkan bangsa ini.
Kepada para pemimpin, andalah pemegang amanah negeri ini, pemegang amanah para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.
Kepada para politisi, andalah pengambil kebijakan dalam kemajuan bangsa ini, penentu masa depan bangsa, jangan lagi berebut kekuasaan demi kepentingan kelompok atau golongan masing-masing, tengoklah rakyat kita yang sedang bergelut berjuang sekedar mempertahankan hidup.
Kepada para penegak hukum, andalah tempat berlindung para pencari keadilan, pemegang amanah rasa keadilan, pencipta ketaatan dan kesadaran hukum .
Kepada para petinggi Angkatan Bersenjata, andalah pengawal bangsa ini dari para penjajah, pengawal bangsa dari gangguan pergaulan internasional, pengawal lautan yang melimpah ruah, pengawal aset bangsa.
Kepada para ulama/rohaniawan, andalah penyejuk dan penerang alam ini, maka sejukkanlah bangsa ini dari kegarangan, kecongkakan dan ketamakan.
Kepada rakyat tercinta, kitalah penerus jiwa para pejuang yang telah gugur, berilah balas budi kepada para pahlawan kita dengan tidak merusak alam ini.
Kepada para jurnalis, andalah corong pembangunan bangsa, pengawal reformasi, pembawa berita untuk mencerdaskan bangsa.
Kepada para guru tercinta, andalah pencetak generasi yang cinta dengan tanah airnya, pencetak generasi kreatif, perekayasa, pencipta, generasi pembaharu, generasi holistik, generasi yang bermoral.
Kalaulah semua elemen bangsa ini menyadari amanah yang diwariskan oleh para pahlawan kita, maka tentunya kita menuntut ilmu dalam rangka membangun bangsa, bukan dalam rangka membangun kemapanan dan kesuksesan personal semata.
Keahlian, keterampilan, kemampuan, kecerdasasan yang kita dapatkan sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa akan kita manfaatkan sepenuhnya untuk kemajuan bangsa demi anak cucu kita di masa depan.
Penulis sungguh terharu membaca Motivation Letter yang ditulis oleh Andrea Hirata dalam proposal risetnya untuk memperoleh beasiswa ke Sorbonne Prancis dikatakan bahwa : ” Akan saya sumbangkan seluruh ilmu dan pengalaman riset yang saya dapatkan di Sorbonne demi kemajuan nusa dan bangsa, demi tanah tumpah darah saya! Tak berlebihan saya sampaikan bahwa secara diam-diam, sebenarnya saya telah lama bercita-cita ingin mencurahkan seluruh kemampuan yang saya miliki, tak digajipun tak apa-apa, demi mengangkat harkat dan martabat umat manusia yang masih terbelakang di negeri saya, negeri yang benar-benar saya cintai dengan sepenuh jiwa.....”(Edensor, Buku ke tiga tetralogi Laskar Pelangi ).
Pendidikan yang kita peroleh dengan susah payah, penuh perjuangan, pengorbanan, tidak akan kita gadaikan dengan perbuatan yang merusak bangsa ini. Kita tidak akan tega mengotori pembangunan bangsa ini dengan tindakan korupsi, penyelewengan, penipuan, penyelundupan, menyusahkan orang lain, dsb.
Pendidikan yang kita peroleh akan kita gunakan untuk melanjutkan cita-cita para pahlawan kita, dalam rangka kebangkitan nasional bangsa.
Dalam rangka menyongsong 100 tahun kebangkitan nasional bangsa, maka marilah kita berbuat sesuatu kepada bangsa ini dengan mengabdikan pendidikan kita untuk bangsa INDONESIA TERCINTA.
Penulis adalah staf Direktorat Pembinaan TK dan SD, Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas.
Arman Andi Amirullah
0813 111 48 000- 08176898817
Jl.Lumbu Tengah III J No.54, Blok IX, Rawalumbu, Bekasi Timur, Jawa Barat.
Wednesday, January 21, 2009
KATA-KATA PERUBAHAN..!!
J: Look the monkeys over there!
They are looks so peace.
M : Sure they never thinking anything
G : You are right, Mira..They just think about their stomach and food.
If you just thinking about stomach, food, and family…what different with ……..?
KATA-KATA BIJAK DARI RHENALD KASALI ( RE-CODE YOUR CHANGE DNA,2007)
Satu kata yang terpenting : CHANGE !
Dua kata terindah di hati manusia : TERIMA KASIH
Tiga kata yang menghimpit : NEGERIKU SULIT BERUBAH
Empat Kata yang membunuh :NEGERIKU TIDAK BISA BERUBAH
Lima kata yang memanggil : NEGERIKU BUTUH AKU UNTUK BERUBAH
Banyak kata yang perlu diwaspadai : MEREKA YANG BERUBAH-UBAH TERUS dan yang TAK MAU BERUBAH SAMA SEKALI.
FORTUNE :
“ Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari,
Kadang-kadang bahkan dalam satu hari.
Dapat merubah keseluruhan jalan hidup seseorang “ ( Khaleq Hossein )
TAK KUNJUNG BELAJAR :
Banyak orang yang panjang pengalamannya tapi tak kunjung belajar,
Namun tak jarang pengalaman yang pendek mencerahkan sepanjang hidup
( Andrea Hirata )
FAKTA YANG TAK TERBANTAHKAN :
Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna
Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan( harun yahya )
ACTION = RESULT
If you take the same ACTION everyday, you will always get the same RESULT. If you want a different RESULT, then must CHANGE your ACTION.
EINSTEIN :
Mengerjakan dengan cara yang sama
Tetapi mengharapakan hasil yang berbeda adalah perbuatan orang gila.
APA YANG DAPAT DIUBAH :
Sebanyak hal-hal yang tidak dapat diubah
Sebanyak itu pula hal-hal yang dapat diubah
Hal-hal yang dianggap tidak bisa dilakukan, sebenarnya adalah sesuatu yang belum pernah Anda coba lakukan
“MASA DEPAN DIMILIKI OLEH ORANG-ORANG YANG PERCAYA PADA
KEINDAHAN MIMPI-MIMPI MEREKA”
“ SAYA PERCAYA BAHWA SUATU HARI NANTI BANGSA INI AKAN BANGKIT DAN MENJADI BUAH BIBIR DUNIA “
ATTITUDE:
“ TALENTA DAPAT MEMBAWA KITA KE PUNCAK
TETAPI KARAKTERLAH YANG MEMBUAT KITA TETAP BERADA DI SANA “ ( Rick Joyner )
ACTION :
“ Saya yakin bahwa kehidupan terdiri dari 10% apa yang terjadi dalam hidup saya, dan 90% sisanya adalah bagaimana saya bereaksi terhadap hal tersebut.
Kita bertanggung jawab atas sikap kita.”
( charles swindoll )
THE DREAMER..!!!
“ Jika Anda yakin Anda akan menjadi kurus, Anda akan makan dengan benar,
Jika Anda yakin bahwa Anda akan berhasil, Anda akan mencari kesempatan,
Jika Anda yakin bahwa Anda akan kaya, Anda akan melakukan Investasi,
Jika Anda yakin akan mencapai impian-, MAKA BERMIMPILAH….
Monday, January 19, 2009
ANEKDOT ANTARA SENDOK DAN 7%
Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.
Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.
Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.
Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.
Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.
Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA"
Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.
Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata "Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?"
Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik"
"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri "
Diperkirakan bahwa 93% penerima tidak akan mem forward cerita ini . Bila anda termasuk sisa 7% yang akan mem forward nya, lakukanlah dengan memberi judul 7% pada title nya.
Saya termasuk yang 7% tadi, ingatlah saya akan selalu ada untuk berbagi sendok dengan anda!
( Diterjemahkan dan diforward dari milis tetangga )
Tuesday, January 13, 2009
10 PENGHALANG INDONESIA TIDAK MAJU-MAJU
( Sebuah renungan yang patut diselami jika peduli kepada bangsa )
Oleh : Arman A.Amirullah
1. Sisitem pendidikannya bertumpu pada logika :
95-99 % murid kita termasuk gurunya masih bertumpu kepada logika alias otak kiri.
hanya 1-5 % yang menggunakan kemampuan otak kanan ( inovasi, kreasi, imajinasi, daya seni, desain, creator, dreamer, etika, budi pekerti, daya juang, keikhlasan, kejujuran, disiplin, on time, dsb.)
Sehingga bangsa ini tidak mampu bangkit bersaing dengan negara lain, bahkan dengan negara tetangga . ( sungguh menyedihkan ).
akibat dari pendidikan kita yang bertumpu pada logika, itu sama artinya dengan kita mempersiapkan generasi penerus bangsa ini hanya dengan orang-orang pintar saja;
dan inilah penyebab utama negara ini tidak maju-maju karena semua orang merasa pintar tidak pernah merasa orang baik, sehingga sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Indonesia, kita lihat orang melanggar aturan hukum sudah dianggap biasa, merugikan orang lain adalah hal yang lumrah, mengambil hak orang lain sudah tidak merasa berdosa, memalsukan hasil karya orang adalah hal biasa, mempersulit orang lain adalah pekerjaan sehari-hari, menipu, mencuri di tempat ibadah, tawuran, merampok, menghipnotis korban lalu dikuras ATM-nya, dan segala macam keruwetan seperti dunia calo, dunia mafia peradilan, korupsi, penyelundupan, sudah dianggap biasa di negeri ini. ( Lalu, apa yang salah di negeri ini, yang notabene bangsa yang berbudaya dan religius. )
Menurut hasil penelitian di AS :Peran logika dalam sukses seseorang hanya 6-10%, selebihnya (90-94%) adalah peran otak kanan; yang bertanggung jawab soal: imajinasi, kreasi, inovasi, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, ulet, rajin, ikhlas, menghargai orang lain, peduli kepada sesama, cinta damai, cinta kebersihan, dll.
2. Tidak mampu memanfaatkan keajaiban otak kanan :
Salah satu keajaiban otak kanan karena kemampuannya 90 % dari keseluruhan kemampuan otak manusia, ( akan tetapi masih saja para guru dan pakar pendidikan kita lebih mengembangkan otak kiri anak- anak bangsa ini )
salah satu contoh dalam buku SUPER GREAT MEMORY dapat dibuktikan bagaimana kekuatan memory dapat ditingkatkan hanya lewat kejut gelombang otak, serta menghapal dengan otak kanan, sehingga sampai sekarang penulis tidak lupa dengan password terpanjang yaitu: 13.2104.1708.008212.737-. 400.007, begitupun urutan kata :
TELOR, BAKSO, SEPEDA, DINOSAURUS, BUAYA, JAM, KACAMATA, BARBEL RAM-BUTAN, KAOS, CELANA, PIANO, BATA, KUCING, BATERAY, CLURIT, KELA-PA, ULAR, DAN PASIR.
Kemampuan otak kanan juga bisa dilihat dari bagaimana kemampuannya menyimpan memory yang suatu saat dapat muncul secara tiba-tiba dan detil dengan pancingan musik-musik tertentu walaupun peristiwa itu terjadi puluhan tahun yang lalu.
bayangkan kalau hapalan otak kiri kita puluhan tahun yang lalu, mau kita ingat maka tentu sangat kecil kemungkinan dapat dilakukan, jangankan puluhan tahun yang lalu, peristiwa puluhan hari yang lalu bahkan puluhan jam yang lalu saja sudah susah untuk mengingatnya secara detil.
Kemampuan memory otak manusia yang sebagian besar berada di otak kanan, ada pada bilik otak bawah sadar manusia.
Yang menakjubkan lagi yaitu kemampuan otak bawah sadar kita dapat di UP-GRADE seperti layaknya komputer digital, maka komputer manusia-pun dapat di up-grade melalui CD Prayer dari Buku QUANTUM IKHLAS.
dan hal ini sudah penulis buktikan sendiri yang mana sebelumnya penulis tidak mampu menulis artikel, alhamdulillah sekarang sudah ada puluhan artikel yang kami tulis.
Saat ini, hal-hal yang dulunya tidak dapat dijangkau oleh pikiran kami, tiba-tiba kami mampu menjangkaunya. Termasuk salah satunya adalah ide dari 10 penghalang Indonesia tidak maju-maju.
Dan seandainya Presiden SBY peka terhadap film LASKAR PELANGI yang sudah ditontonnya, maka dia akan menjadikan momen tersebut sebagai momen bangkitnya "SEMANGAT MEMBANGUN INDONESIA DENGAN HATI "
dia akan mendeklarasikan kepada seluruh perangkat negara ini untuk menggelorakan semangat membangun bangsa ini seperti semangat juang dari personil LASKAR PELANGI.
Tapi yang menjadi tanda tanya” apakah presiden kita terbiasa menggunakan kedua sisi otaknya dalam memimpin bangsa ini?”
3. Belum mampu menggunakan kedua sisi otak dalam kehidupan sehari-hari :
Hasil penelitian mengatakan bahwa orang yang dalam kehidupan sehari-harinya hanya menggunakan satu sisi otaknya saja (kiri) maka dapat berakibat pada :
1.) selalu melihat suatu masalah hanya dari sisi hitam putih
2.) senantiasa berpikiran negatif
3.) selalu berburuk sangka
4.) melihat dunia ini secara terkotak-kotak, bersuku-suku, berbeda agama, berbeda kulit, berbeda budaya dll.
5.) kurang memberi kasih sayang, lebih banyak rasa benci, dengki, fitnah, dll
6.) Lebih banyak melihat suatu masalah dari sisi perbedaannya dari pada persamaannya.
Nah, bagaimana dengan orang yang selalu menggunakan kedua sisi otaknya ? hasilnya adalah kebalikan dari orang yang
hanya menggunakan sisi kiri otaknya saja.
Keistimewaan otak kanan dapat dibaca dalam buku : Super Great Memory, Quantum Ikhlas, Mind Manager, Keindahan Belajar dalam perfektif Pedagogi.
4. Belum menyadari pentingnya creative berpikir :
Apa bedanya orang kreatif dengan orang tidak kreatif ?
contoh kecil penulis alami sendiri dengan salah satu anak kami, ketika mau mencicipi teh manis yang dibuatkan oleh Ibunya berkata kepada saya : " Pa..tehnya sudah ada gulanya belum..? " padahal sudah di depannya minuman tersebut.
Pelajaran apa yang dapat diambil dari peristiwa tersebut ?
Manakala creative berpikir kita berfungsi :maka anak kami tidak perlu bertanya lagi sudah diberi gula atau belum! tetapi langsung dicoba sendiri, karena ada di depannya minuman tersebut.
Ini kelihatan sepele akan tetapi bukti perbedaan orang kreatif dan yang tidak kreatif dapat kita lihat perbedaannya dalam skala kecil.
Dalam skala yang lain dapat dilihat pada salah satu stasiun TV swasta yang setelah diambil alih oleh tangan-tangan kreatif langsung menjadi TV favorit
( TVOne, sebelumnya bernama
Lativi).
5. Belum mampu menjadikan lembaga sekolah sebagai wadah pencetak orang baik:
Kita baru mampu menjadikan lembaga sekolah sebagai wadah pencetak orang-orang pintar.
Hal ini dibuktikan dengan siswa-siswi kita mampu menjuarai atau berprestasi dalam pelajaran, baik tingkat nasional maupun tingkat internasional seperti: olimpiade sains dan matematika, fisika, kimia, astronomi, olah raga, dll.
bahkan kita bangga dengan sederet medali emas yang kita sabet dari oliampiade bergengsi tersebut.
tapi bagaimana dengan pembangunan moral siswa kita ? yang menurut hasil penelitian bahwa 62 % siswa perempuan di tingkat SMP dan SMA sudah tidak perawan lagi, dan 21% diantaranya melakukan aborsi.
Bagaimana dengan siswa kita yang tidak hormat kepada guru dan orang tuanya ?
kalau sama orang tua dan guru saja sudah tidak bisa dia hormati, bagaimana dengan orang lain!!.
apakah fakta ini tidak membahayakan nasib bangsa ke depan ?
coba bandingkan dengan Inggris yang saat ini pada jenjang pendidikan dasar mulai dikembangkan era " HEART START " suatu era dimana segala sesuatunya dimulai dengan hati. Program tersebut didukung dengan dana yang cukup besar. Bagaimana dengan Indonesia yang notabene berbudaya timur! masihkah kita mengabaikan pendidikan karakter dan memilih kemampuan logika alias otak kiri dalam menyiapkan generasi masa depan ?.
6. Lebih mementingkan kemapanan pribadi dari kepentingan bangsa :
Kalau semua orang menganggap bahwa " Percuma kita melakukan ini, itu, nanti juga akan begini lagi ".
bayangkan kalau semua org Indonesia beranggapan seperti itu, maka siapa yang akan memikirkan bangsa ini ?
apakah kita menunggu Malaysia membantu kita, atau Singapore mau menolong kita !
suatu hal yang mustahil, yang ada malah negara-negara tersebut mendoakan negara kita agar tidak maju-maju sehingga kita bisa dijadikan sasaran produk-produk mereka.
Nah..tunggu apalagi, sekarang kita harus bertindak melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
Minimal kita mengajak keluarga menonton film Laskar Pelangi agar terbakar semangat kepeduliannya terhadap dunia pendidikan sehingga tambah banyak orang yang mau membangun bangsa ini.
Kebanyakan orang di negeri ini lebih memikirkan kemapanan pribadi dibandingkan memikirkan nasib bangsanya; belajar keluar negeri untuk kemapanan pribadi, untuk yayasannya , untuk perusahaan mereka, untuk sekolah mereka
BUKAN UNTUK BANGSANYA..!
7. Tidak menghargai budaya bangsanya :
Hal ini-pun menjadi miris tat kala kita mendengar ada sekumpulan anak remaja dari kota bandung, siswa SMA mengumpulkan uang sendiri dan bantuan donatur untuk memperkenalkan budaya Indonesia di negara-negara eropa melalui musik angklung.
tapi apa yang terjadi, anak-anak tersebut terlantar di negara orang dan TAK ADA YANG PEDULI,
tetapi mampu memukau penduduk setempat, malah menjuarai suatu kompetisi seni disalah satu negara tujuan. Kisah ini dapat dibaca dalam buku " 40 days in Erope "
8. Tidak menghargai pahlawannya :
Ibu Tien Soeharto satu bulan setelah wafat langsung mendapat gelar pahlawan nasional, Bung Hatta, Bung Syahrir, Bung Karno, nanti setelah 6 tahun wafatnya baru memperoleh gelar pahlawan nasional
Bung Tomo, Muh. Natsir baru tahun ini 2008 mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional.( sungguh ironis )
Berapa banyak veteran pejuang kemerdekaan yang dengan ikhlas mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa ini hidupnya memprihatinkan. Apakah bangsa ini tidak berdosa kalau para pejuang kemerdekaan diabaikan begitu saja?
9. Suka pada hal-hal yang bersifat formalitas dari pada realitas :
Coba kita tengok manakala ada upacara bendera dalam rangka hari besar negara seperti hari kebangkitan nasional, hari pahlawan, hari kesetiakawanan nasional, hari pendidikan nasional; begitu cantik thema yang ditampilkan, begitu dalam makna yang terkandung dalam thema tersebut, akan tetapi, apa yang kita lakukan !, atau apa usaha kita mewujudkan thema tersebut? Jawabannya ”NOL BESAR”
Lihat program visit indonesia years 2008 yang terkesan asal-asalan.
10. Gengsi untuk belajar dari negara lain yang sudah maju :
Coba kalau dari dulu kita tidak malu untuk belajar dari Jepang, mungkin metode pendidikan kita tidak terbelakang seperti ini.
Mungkin pendidikan kita jauh lebih maju dari Malaysia, atau Thailand
Bandingkan dengan Malaysia yang meniru Jepang dalam metode pendidikannya!
Pendidikan Malaysia berkembang begitu cepat, metode yang modern, menggunakan multi media dalam pembelajaran, pengenalan internet diusia dini, metode yang kreatif dan inovatif,
Kelas yang kreatif, pembiasaan sikap di sekolah, dll.
• Serta eksplorasi otak kanan sangat diperhatikan pada jenjang pendidikan dasar, tidak begitu penting dapat meraih medali emas dalam mata pelajaran, tapi mampu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing yang tinggi serta menyiapkan karakter peradaban masyarakat modern.
Wednesday, December 31, 2008
HOWARD GARDNER ASAL BELITONG
ASAL BELITONG
( Bedah Buku The Phenomenon, Laskar Pelangi )
Pengelolaan kelas Laskar Pelangi membuat pemerhati dan pengelola pendidikan, Haidar Bagir, berdecak kagum. Ada benih pemahaman konsep multiple intellegences dalam proses pengajaran di SD Muhammadiyah Belitong pada tahun 1970-an, siapa lagi kalau bukan Bu Muslimah, sang inspirator dari laskar pelangi, guru yang amat dicintai oleh murid-muridnya, sekaligus menjadikan muridnya menjadi gila ilmu, dan mampu meraih mimpi-mimpinya sekolah ke Sorbonne, Prancis, serta keliling Eropa dan Afrika.
Bu Muslimah telah lebih dini menemukan paradigma multiple intelligences ( kecerdasan majemuk ). Padahal teori pendidikan itu baru diperkenalkan oleh Dr. Howard Gardner, profesor pendidikan Universitas Harvard, tahun 1983, dan baru populer di Indonesia sepuluh tahun terakhir. Bu Muslimah menerapkan teori multiple intelligences sepuluh tahun sebelum teorinya lahir. Sungguh mengagumkan guru desa dari pedalaman belitong yang hanya bermodalkan CINTA KASIH dan KEIKHLASAN.
Tentu saja konsep multiple intelligences tidak terlalu disadari oleh Bu Muslimah ketika mengajar. Juga belum dikenal oleh kepala sekolah SD tersebut ( Pak Harfan ) yang kata Andrea Hirata, bila berorasi sejam serasa semenit, karena saking memukaunya.
Ukuran kecerdasan bagi Bu Muslimah tidak tunggal, tapi beragam. Murid cerdas bukan hanya monopoli anak jago matematika, seperti Lintang. Sosok demikian hanya menunjukkan salah satu jenis kecerdasan : logical-mathematical intelligence.
Anak yang ulung mengarang dongeng, sekalipun kadang bualan, dan merdu melantunkan gurindam, semacam Mahar, juga berhak menyandang sebutan cerdas pada dimensi berbeda : linguistic dan musical intelligence.
Siswa yang lemot dalam berhitung, namun sok tahu, bermulut besar, banyak teori, selalu optimistis, dan punya jaringan luas seperti Kucai, yang karenanya terus-menerus jadi ketua kelas, tidak berhak dimaki, ” Bodoh!”. Ia memiliki sisi lain kecerdasan : interpersonal dan linguistic intelligence.
Begitulah potret anggota laskar pelangi. Bu Muslimah merangsang setiap jenis kecerdasan itu berkembang secara alamiah. Sesuai kapasitas otak, bakat, emosi, dan mental anak. Bu Mus mengajar dengan pendekatan demikian itu hanya dengan mengandalkan naluri kepedulian pada pendidikan anak.
Murid jenius seperti Lintang terus ditantang sampai titik maksimal, keliaran rasa ingin tahu dan daya jelajah otaknya. Ketika Lintang dalam tempo cepat mampu menjawab pertanyaan, ” 13 kali 6, kali 7 tambah 83 kurang 39 !”, Bu Mus selain memberi sanjungan yang membesarkan nyali, juga menambah dengan pertanyaan lebih menantang, ” 18 kali 14 kali 23 tambah 11 tambah 14 kali 16 kali 7.” Kurang 7 detik, Lintang mampu menjawab dengan tepat.
Sementara anak dengan bakat kepemimpinan seperti Kucai, ketika sempat kehilangan minat menjabat ketua kelas, lantas diyakinkan oleh Bu Mus, bahwa mengemban amanat kepemimpinan adalah tugas mulia dan didoakan banyak orang. Kucai pun kembali bersemangat.
Sampai-sampai Andrea Hirata membuat gambaran tentang Kucai, ” Dengan gabungan sifat kucai yang populis, sok tahu, oportunis,, plus otaknya yang lemot, Kucai memiliki semua kualitas menjadi seorang politisi.”
Sedangkan Harun yang terbelakang mental, setiap menjawab pertanyaan, baik jawaban salah maupun benar, dan lebih sering salah, selalu diacungi jempol oleh Bu Mus. Meski Harun tidak bisa menulis, tapi selalu diikutkan naik kelas, walau tanpa rapor.
Bagi Bu Mus, yang penting, Harun tetap semangat bersekolah, paling tidak, ia menjadi berkesempatan menikmati interaksi dan sosialisasi dengan anak-anak normal sebayanya. Kalaupun kualitas ilmu tidak membaik, paling tidak kualitas akhlaknya, tindak-tanduknya, dan tutur katanya terus bisa diperbaiki, sungguh suatu sifat bijak dan berkeadilan yang dimiliki oleh seorang guru desa yang bernama Bu Muslimah.
Menurut Haidar Bagir ” Dalam paradigma multiple intelegences, kenakalan murid tidak dilihat secara buruk.” Sebetulnya tidak ada anak nakal dalam arti negatif, itu hanya anak-anak yang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.
Kata Thomas Amstrong, ” Itu bukan anak nakal, Anak yang kalau kita mengajar dia ngomong terus, berarti anak yang kecerdasan verbal-linguistiknya tinggi. Anak yang kalau kita mengajar lari-lari terus, juga bukan anak nakal, tapi anak yang kecerdasan fisikal-kinestetiknya tinggi. Anak yang kalau kita mengajar, dia tidak mendengarkan, melamun terus, itu kecerdasan interpersonalnya tinggi.”
Kemudian Haidar melanjutkan bahwa,” Mereka seolah-olah ingin mengatakan kepada gurunya, ” Saya ini senang diajar gerak. Kalau anda tidak mengajar saya banyak gerak, saya akan gerak sendiri. Saya ini senang ngomong, kalau nggak dikasih kesempatan ngomong, saya akan ngomong sendiri.”
Kini bukan zamannya lagi, orang tua atau guru memarahi anak atau murid mereka dengan mengatakan, ” Kamu cuma pinter bicara, tapi matemetika bodoh.” Setiap anak memiliki dimensi kecerdasannya sendiri-sendiri. Dan Bu Muslimah telah menerapkan prinsip, yang belakangan dipolpulerkan Howard Gardner itu, sejak tahun 1970 an di kampung pedalaman pulau Belitong.
Cinta kasih membuat Bu Muslimah menjadi Howard Gardner sekian puluh tahun sebelum Gardner menelorkan teorinya: Multiple Intelligences.
Setiap anak mempunyai kecerdasan sendiri-sendiri. Semua jenis kecerdasan harus dirangsang agar berkembang secara alamiah. Sesuai kapasitas otak, bakat, emosi, dan mental anak.
Tak ada anak bodoh dan nakal. Kenakalan anak tidak dilihat secara buruk. Itu hanyalah ekspresi anak mengajari gurunya, ” Bila mau membuat saya pintar beginilah caranya.”
Itulah sebagian dari kepiawaian dari seorang guru desa bernama Bu Muslimah yang sungguh mengagumkan beberapa pakar dan pemerhati pendidikan dalam teknik mengajar, belum lagi bagaimana Bu Muslimah membuat muridnya GILA ILMU seperti Andrea Hirata.
Sungguh suatu pelajaran berharga bagi para pembina pendidikan yang ada di negeri tercinta ini, apakah mampu menjadikan fenomena ini menjadi cikal bakal berubahnya arah pendidikan di Indonesia. Atau mereka tetap asyik dengan teknik yang kaku, sebagaimana yang terjadi saat ini, senang mengejar nilai tinggi dan medali ?.
Disarikan oleh : arman andi amirullah
Dit.Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.
.
Wednesday, December 17, 2008
HUMOR ALA MARYAMAH KARPOV
KARPOV
Oleh: Mr.Guasa
Sungguh cerdas si anak belitong, Andrea Hirata alias Ikal, alias Tonto, alias Andis begitu Bu Muslimah memanggil penulis laskar pelangi yang fenomenal itu.
Novel terakhirnya dari rangkaian cerita tetralogi laskar pelangi telah dilaunching di salah satu stasiun TV Swasta diberi judul yang menarik penuh misteri, dan membuat orang penasaran kenapa nama Maryamah ( asli melayu ) digabung dengan nama karpov ( nama belakang pemain catur Rusia ) sungguh suatu ide yang cemerlang sehingga orang menjadi tambah penasaran untuk membaca buku tersebut, apalagi buku sebelumnya juga menjadi best seller.
Namun penulis tidak akan mengupas kenapa Maryamah diberi gelar Karpov? atau kenapa buku terakhir dari tetralogi laskar pelangi diberi judul Maryamah Karpov oleh penulisnya, agar pembaca tambah penasaran untuk membaca buku tersebut yang penuh dengan petualangan dan humoristik.
Penulis ingin mengajak pembaca untuk menikmati rasa humor si Ikal penulis laskar pelangi dalam buku ke empat ”Maryamah Karpov.”
Pada Mozaik 20 halaman 118 -126 yang berjudul ” Berahim Harap Tenang ” dikisahkan seorang pemuda melayu bernama Berahim yang pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang operator proyektor film bioskop di belitong timur, sebelum film dimulai selalu diputar lagu pembukaan” Garuda Pancasila”. Dan yang selalu duduk dibangku paling depan adalah ” Kamsir Si Buta dari Gua Hantu ” karena kemana-mana selalu menenteng monyet di pundaknya persis pendekar Si Buta dari Gua Hantu yang sehari-harinya sebagai juru dempul perahu yang terobsesi dengan film, sehingga tak pernah cukup jika belum menonton film yang sama – delapan kali. Meski bioskop kosong Kamsir pasti duduk paling depan.
Suatu ketika ia menonton film Si Buta dari Gua Hantu, pulang dari bioskop dia jadi senewen, Ibunya bingung melihat Kamsir tak mau makan, tak mau tidur, gelisah karena ingin bertemu Ratno Timoer pemeran Si Buta dari Gua Hantu, Ia kemudian menabung hasil mendempul dua belas perahu selama empat bulan dan tak seorangpun bisa menghalanginya berlayar ke Jakarta untuk menemui Ratno Timoer. Kamsir dilanda sakit gila nomer sebelas: ingin jadi jagoan seperti dalam film.
Berahim Harap Tenang, juru pancar film- Ia dianugerahi julukan antik itu sebab setiap ganti rol, Ia memasang slide text HARAP TENANG di layar. Suatu ketika Berahim memutar rol kelima pada jeda ketiga, rol terakhir diputar jadi rol keempat. Ia keliru, akibatnya penjahat film itu yang tadinya sudah mati jadi hidup lagi.
Selidik punya selidik, Berahim Harap Tenang rupanya sering melakukan kesalahan yang sama. Desas desus beredar, Ia dicurigai sengaja salah, terutama jika dalam rol kedua film jagoan atau penjahatnya mati. Ki Chong pemilik bioskop, tak dapat bertindak lantaran hanya Berahim satu-satunya umat Nabi Muhammad di Belitong Timur yang dapat mengoperasikan proyektor film kuno yang banyak tuas, tombol, dan kabel-kabelnya itu. Maka suka-suka Berahimlah. Ia memposisikan dirinya sendiri sebagai sutradara dengan cara menukar-nukar rol film. Maka mati hidup penjahat atau jagoan dalam film, berada ditangannya. Berahim menderita sakit gila nomor tiga puluh: merasa dirinya seperti Dewa Marduk pujaan kaum sesat Babilonia, bisa menghidupkan orang mati.
Di luar bioskop, beberapa orang bersarung ( suku bugis ) berdebat dengan orang Tionghoa tentang penjahat yang mati lalu hidup lagi.
Larengke marah-marah !
” Aku tonton pelem ini di Pangkal Pinang penjahatnya itu dikasih mati sama itu pendekar, mati ! Tak pernah dia hidup lagi !”
Keponakan Ki Chong berkomentar....!
” Ke, dari dulu kudengar kabar, film-film di Pangkal Pinang memang tidak ada yang beres! Kalau mau cerita yang benar, di bioskop Pamanku inilah..!!”
” Mana mungkin.....,Pelem-nya sama !!”
” Mungkin saja! Semua bisa terjadi dalam film.Orang miskin bisa jadi kaya, Orang kaya jadi miskin! Laki-laki jadi perempuan, Perempuan jadi setan, bisa saja Ke..!”
” Tapi tak ada Orang mati bisa hidup lagi!! ” dengan suara yang tinggi.
Pertengkaran memanas. Terpaksa mereka mendatangi Berahim Harap Tenang. Kebetulan Berahim sedang membuka gembok sepedanya waktu itu. Ia memandang Orang-orang yang bertengkar dengan khusu, dan menjawab secara filosofis, tanpa rasa bersalah.
” Tak usahlah kalian cemaskan. Jagoan atau penjahat yang mati dalam pelem, semuanya masuk neraka!” lalu Ia ngeloyor. Di dalam diri Berahim, aku melihat bagaimana seseorang nantinya akan berevolusi dari sakit saraf menjadi psikopat. Dari 44 macam sakit gila yang telah kudaftar, yang model Berahim ini adalah yang paling berbahaya.
Pada Mozaik ke 28 Andrea Hirata bercerita Bahwa: Orang Melayu amat asosiatif dan metaforik, penuh perlambang dan perumpamaan. Hal itu terefleksi pada hobi mereka berpantun dan menjuluki orang. Meski Islam melarang panggilan-panggilan buruk, mereka nekad saja. Gelar-gelar aneh itu umumnya ditujukan untuk menghina. Karena itu setiap orang berusaha menghindarinya. Namun julukan dalam masyarakat kami, seumpama penyakit cacar. Bisa menimpa siapa saja sembarang waktu. Julukan dapat berangkat dari hal-hal yang sederhana, misalnya ciri-ciri fisik, profesi, kebiasaan, obsesi, atau kejadian.
Muas yang berkulit gelap digelari Muas Petang 30, karena petang 30 adalah istilah orang melayu untuk menyebut malam yang paling pekat saban 30 almanak, sebab tanggal itu bulan tengah tiarap di belahan bumi yang lain. Andrea dipanggil Ikal, lantaran rambutnya yang ikal.
Rustam yang bekerja di koperasi Meskapai Timah dijuluki Rustam Simpan Pinjam. Munawir mengemban amanah majelis tinggi BKM ( Badan Kemakmuran Masdjid ) Al-Hikmah selaku tukang mengumumkan jika umat meninggal dunia. Suaranya lantang bertalu-talu seantero kampung lewat speaker TOA yang mencorong di atas menara masjid ke empat penjuru angin, mengabarkan siapa bin siapa yang wafat, usia berapa, dan alamatnya. Karena jabatan menaklimatkan kematian itu, Munawir dijuluki Munawir Berita Buruk.
Dalam kelompok julukan berdasarkan profesinya terdapatlah korban-korban seperti Mandor Djuasin, Marsanip Sopir Ambulans, dan Mahadip Sherif.
Pak Tua Mansyur Ismail yang biasa dipanggil Modin, penghulu, dan penasihat pernikahan mendapat gelar unik Modin Mahligai.
Makruf,Bc.IP, tamatan sekolah pemasyarakatan di Bandung itu belakangan dijuluki orang Makruf Bui,Bc.IP.
Dari kelompok kebiasaan, muncullah Berahim Harap Tenang dan Berahim Harap Tenang Junior. Munaf yang jika bicara senang memakai kata Katakanlah, melengketlah nama Munaf Katakanlah padanya.
Jika film diputar di MPB ( Markas Pertemuan Buruh ) , orang-orang kampung tak mau memarkir sepedanya dekat sepeda Mahmuddin. Karena tak hanya sekali dua Mahmuddin keliru membawa pulang sepeda orang.
Kebiasaan pelupa Mahmuddin memang sudah keterlaluan. Sering ia membonceng istrinya ke pasar, lalu pulang sendirian. Ia lupa bahwa tadi ia mengantar istrinya.
Mahmuddin adalah kakak kelas Andrea di sekolah laskar pelangi. Gejala pelupa akutnya kali pertama ditemukan kepala sekolah Pak Harfan. Waktu itu Mahmuddin diikutkan lomba membaca deklamasi. Di tengah pertunjukannya ia tertegun seperti orang menahan kencing. Wajahnya tegang tapi menunduk, kakinya ia geser-geser, rupanya ia lupa ayat-ayat deklamasinya. Ketua dewan juri yang bijak mempersilahkan Mahmuddin membaca saja deklamasi itu. Mahmuddin mencari-cari kertas dalam saku baju dan celananya. Tak ada. Ia turun panggung dan mengatakan pada Pak Harfan bahwa catatan deklamasinya terlupa di rumah. Dewan juri dengan sabar menyuruh Mahmuddin pulang untuk mengambil catatan itu sebab Mahmuddin adalah pembaca deklamasi yang berbakat, sayang melewatkan penampilannya. Diperlukan waktu lama menemukan sepeda Mahmuddin karena ia lupa parkir di mana. Ia pulang dan tak menemukan catatannya karena ia lupa di mana ia meletakkannya. Ia kembali ke gedung pertunjukan, melaporkan semuanya pada Pak Harfan.
” Kalau begitu, baca langsung dari bukunya.” Mahmuddin mengerutkan dahinya. ” Buku yang mana, Ayahanda Guru ?”
” Buku Risalah Deklamasi yang kupinjamkan padamu.” Mahmuddin seperti bingung.
” Mungkin Ayahanda lupa, aku tak pernah dipinjami buku oleh Ayahanda.” lagi-lagi Mahmuddin lupa buku yang pernah dipinjami oleh Pak Harfan.
Mahmuddin setelah tamat SD sering berganti-ganti pekerjaan gara-gara soal lupa. Ia pernah diangkat Ketua Karmun menjaga pintu air. Akibatnya fatal, kampung berkali-kali banjir gara-gara Mahmuddin lupa. Pernah pula ia jadi TLH ( Tenaga Lepas Harian ) yang disewa tuan pos pada musim sibuk lebaran. Kantong pos untuk Tanjong Pandan dilabelinya Tanjung Pinang, terpaksa warga Tanjong Pandan menerima kartu lebaran Idul Fitri pada saat Lebaran Idul Adha. Berbagai kartu ucapan selamat, berduka, dan undangan menjadi basi. Luar biasa karunia daya ingat yang diberikan Tuhan kepada manusia. Sebab jika bidang itu tak beres, maka kacau balaulah semuanya. Sejak kejadian yang menghebohkan itu, Mahmuddin dijuluki MAHMUDDIN PELUPA.
Lain pula kisah Marhaban. Ia yang selalu bertugas sebagai komandan pasukan baris berbaris pada acara tujuh belas Agustus digelari Marhaban Hormat Grak. Waktu meninggal namanya di batu nisan tetap Marhaban Hormat Grak. Semua orang tak kenal bahwa nama aslinya Marhaban Fadilah Ansyari bin Hasan Muslim Ansyari. Bahkan sering terjadi, pemilik nama yang telah puluhan tahun dipanggil dengan nama julukan, lupa akan nama aslinya sendiri. Marhaban punya anak yang beranjak dewasa, dan orang-orang kampung mulai memanggilnya Marhaban Hormat Grak II.
Dari kelompok obsesif:
Rofi’i tergila-gila ingin jadi Bruce Lee. Pakaiannya seperti Bruce Lee. Sering tanpa alasan jelas ia menepis hidungnya sendiri, kemana-mana membawa senjata double stik khas Bruce Lee meski hanya untuk menakut-nakuti anjing orang-orang Khek, akhirnya ia dijuluki Rofi’i Bruce Lee.
Lain lagi dengan Muslimat tergila-gila dengan Rambo sehingga kemana-mana selalu mengikat kepalanya maka dijuluki Muslimat Rambo. Daud ingin menjadi penyanyi terkenal Malaysia P.Ramlee, maka ia dipanggil Daud Biduan, Ramlah punya obsesi yang sama ingin menjadi penyanyi walau suaranya sumbang sehingga dia dipanggil Ramlah Biduanita. Sementara Mustahaq mati-matian memodifikasi sepeda motor rongsokan Honda V80-nya agar tampak seperti Harley. Maka ia dianugerahi gelar kehormatan Mustahaq Davidson. Reza Pahlawan Dirgantara bin Seliman, pendulang timah penderita sakit gigi itu, disebabkan kegilaannya pada layar tancap, di manapun ia datangi walau hanya siaran propaganda keluarga berencana, akhirnya dipanggil Tancap bin Seliman.
Mursyiddin selalu terobsesi dengan jemuran orang. Jemuran yang melambai-lambai ditiup angin ia maknai sebagai sedang memanggil dirinya. Alhasil dianugerahilah, dengan penuh kehormatan dan rasa sayang persahabatan, padanya nama Mursyiddin 363, sebuah nama yang terinspirasi oleh KUHAP pasal 363, soal hukum percolongan benda remeh temeh.
Lain lagi dengan Jumiadi , buruh kasar, pejantan tulen, lelaki tegak lurus, lelaki pendulang timah yang melankolik. Jumiadi bisa menangis tersedu-sedu hanya karena di TVRI melihat PSSI kena gulung Malaysia. Ia berhari-hari tak mau makan, sampai menyusahkan Ibunya, lantaran burung tekukur peliharaannya mati. Saban hari Jumiadi mengunjungi pusara burungnya, untuk menabur bunga. Jika mendengar lagu Padamu Negeri, bisa dipastikan Jumiadi meleleh-leleh air matanya. Hati lelaki kuli itu amat perasa, dan anehnya Jumiadi tak pernah menyembunyikan isaknya. Ia tanpa ragu menangis di depan orang banyak jika hatinya sedang pilu, di tengah warung kopi, di pinggir lapangan bola, di dalam bioskop, Jumiadi tersedak-sedak sekehendak hatinya. Karena itu semua , dijulukilah Jumiadi sebagai Setengah Tiang. Inspirasinya dari bendera setengah tiang: Perlambang duka lara.
Lain Jumiadi lain pula Mustajab, Ia sangat ingin namanya seperti orang Barat yang ia dengar dari film bioskop Ki Chong. Lalu ia, menemukan sendiri gelar untuknya: Mustajab Charles Martin Smith.
Zainul Helikopter juga girang kepalang karena julukan tersebut, sebab, julukan itu akan mengingatkan siapa pun akan kehebatannya mendaratkan helikopter Puma TNI-AU dengan gusinya.
Nur, yang pernah disambar petir, tapi selamat dan meninggalkan bekas di sebelah kepalanya seperti hangus, dijuluki Nur Gundala Putra Petir.
A Liong mualaf yang telat disunat mengalami penyembuhan yang cukup lama sampai harus dipasangi Koteka utk menutupi luka sunatnya yang sering bernanah, akhirnya dianugerahi gelar A Liong Koteka.
Namun dalam kelompok berdasarkan kejadian:
Tak ada yang lebih sial dari Muharram. Ia seperti kena kutukan gelar. Semula tak ada yang mengutak-atik namanya yang agung, Muharram Bilalluddin bin Abidin Muchlasin.
Kejadian petaka itu terjadi setelah Muharram ikut lomba panjat pinang di kampung Belitong, dengan susah payah penuh perjuangan yang melelahkan akhirnya Muharram berhasil naik ke puncak pohon pinang dengan bantuan Tim-nya, alhasil setelah di atas, mereka bingung mau ambil hadiah yang mana. Karena hadiahnya semua ditulis di karton yang sama, yang membedakan hanya tulisannya termasuk hadiah motor, sepeda, televisi, kulkas, pulpen, taplak meja, kapur barus, kaus kaki, dan buku gambar. Dengan sorak sorai dari bawah memberi petunjuk kepada Muharram agar mengambil hadiah yang paling mahal, membuat Muharram tambah bingung bukan karena banyaknya hadiah, tapi karena bingung semua tulisannya tak berarti baginya karena tidak bisa membaca alias buta huruf. Akhirnya karena terdesak oleh Tim-nya, dengan penuh keyakinan diambilnya beberapa karton hadiah dan langsung turun dengan penuh semangat dan suka cita. Setelah sesampainya di bawah dibacakan oleh Tim-nya nama hadiah yang berhasil diambil: Pompa sepeda, taplak meja, kapur barus, kaus kaki, dan buku gambar. Sejak kejadian itu, nama Muharram berubah jadi MUHARRAM BUKU GAMBAR.
Peristiwa-peristiwa yang unik tersebut di atas, diceritakan secara menarik oleh Andrea Hirata sebagai penulis sastra yang berbakat, cara penuturan yang kocak dan kejadian yang menggambarkan kehidupan anak Melayu sungguh menghibur para pembaca, dan tentunya itu hanya cuplikan dari 500 halaman dari buku Maryamah Karpov.
Penulis sangat terkesan dengan nama warung kopi yang sering dijadikan tempat berkumpul para anak muda Melayu, tak ketinggalan para orang tua dan para etnis Tionghoa, bernama Warung Kopi ” Usah Kau Kenang Lagi”.
Semoga tulisan ini yang merupakan cuplikan dari buku Maryamah Karpov karya Andrea Hirata dapat menghibur para pembaca, sekaligus menjadi kepuasan tersendiri oleh penulis karena dapat berbagi kebahagiaan kepada orang lain.
With love...
Seperti puisi yang kautuliskan...
Seperti nyanyi yang kaulantunkan..
Seperti senyum yang kausunggingkan..
Seperti pandang yang kaukerlingkan..
Seperti CINTA yang kauberikan..
Aku tak pernah, tak pernah merasa cukup..
( Andrea Hirata )
Cinta sesungguhnya, bagaikan engkau menikmati makanan serasa nikmat bukan kepalang, gurih..., lezat....berselera....., berkeringat....., dengan rasa pedes yang menggigit...., dan alangkah nikmatnya karunia Tuhan bernama CINTA.
( Mr.Guasa/fx,091208 ) by arman andi amirullah, Desember 2008.
Tuesday, November 11, 2008
MENANGKAP PELUANG MENCETAK GENERASI JUJUR MELALUI “KANTIN KEJUJURAN”
DI SEKOLAH DASAR
Oleh : arman andi amirullah
Momen ini tentunya menjadi angin segar bagi pembangunan moral bangsa melalui penyiapan “generasi jujur” di masa depan. Penulis sangat optimis peluang ini dapat menjadi pintu gerbang memasuki “ERA HEART START” yaitu suatu Era dimana segala sesuatunya dimulai dengan HATI.
BAGAIMANA PELUANG PENANA-MAN SIKAP JUJUR DI SEKOLAH DASAR ?
Tentunya peluang ini sangat terbuka di tingkat Sekolah Dasar, karena di usia inilah sifat-sifat kebajikan dapat mulai di tanamkan melalui pembiasaan-pembiasaan sikap di sekolah sehingga diharapkan sikap kejujuran kelak akan menjadi karakter bagi anak-anak bangsa. Dengan adanya kantin kejujuran di Sekolah Dasar maka akan menjadi suatu pembudayaan sikap jujur secara dini dan membumi, karena lembaga Sekolah Dasar terdapat mulai dari perkotaan sampai daerah –daerah pedalaman di seluruh Indonesia .
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam membangun pendidikan di tingkat Sekolah Dasar dari berbagai aspek, baik dari aspek sarana/prasarana, bakat dan prestasi, manajemen, guru, maupun aspek kelembagaan.
Lalu bagaimana dengan aspek Kepribadian Siswa ? sepertinya aspek ini telah terabaikan oleh kita sehingga belum ada program khusus yang digelontorkan oleh pemerintah secara Nasional dalam kaitan pembangunan kepribadian siswa di Sekolah Dasar, padahal aspek inilah yang menjadi kunci pokok dalam membangun peradaban suatu bangsa.
Dengan bergulirnya program penanaman sikap jujur sejak dini, menjadi pemicu bagi pemerintah untuk menangkap peluang tersebut dengan menjadikan sebagai program unggulan di Sekolah Dasar di seluruh Indonesia.
Hal ini perlu segera dilakukan karena pada jenjang inilah perlunya penanaman sikap-sikap dasar kehidupan melalui pembiasaan di sekolah, seperti: bagaimana berlatih menghargai orang lain, bertanggung jawab, jujur, disiplin, tertib, cinta kebersihan, tepat waktu, cinta tanah air, dsb. Manakala penanaman sikap tersebut tidak dilakukan sejak dini, maka jangan harap bangsa ini dapat melahirkan calon-calon pemimpin yang bermoral. Disamping hal-hal mendasar tersebut, Sekolah Dasar juga didukung oleh kondisi yang memungkinkan untuk melakukan penanaman sikap kepada anak karena di Sekolah Dasar menggunakan sistim “Guru Kelas” yang artinya setiap jenjang dari kelas satu sampai kelas enam dibimbing/diajar oleh seorang guru untuk semua matapelajaran kecuali pelajaran Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Agama. Sehingga kesempatan atau waktu yang dimiliki oleh seorang guru SD sangat memungkinkan untuk melakukan pembinaan-pembinaan kepada anak didiknya. Berbeda pada jenjang Sekolah Menengah Pertama pada jenjang ini menganut sistim “Guru Matapelajaran” yang artinya setiap matapelajaran diajar oleh guru yang berbeda, walaupun pada jenjang ini ada guru wali kelas namun intensitas pertemuan dengan muridnya sangat sedikit.
Dengan waktu yang cukup banyak dimiliki oleh guru SD dalam bertatap muka terhadap muridnya, membuka peluang yang cukup untuk melakukan penanaman moral kepada anak didik, termasuk sikap jujur pada anak.
Bagaimana peran Departemen Pendidikan dalam menyikapi hal ini?, tentunya sebagai pengambil kebijakan dalam pembangunan pendidikan anak bangsa, harus secara jeli dan cerdas menangkap peluang tersebut dengan mengambil kebijakan-kebijakan taktis maupun strategis dalam mengejawantahkan peluang tersebut. Kebijakan-kebijakan tersebut dapat berupa Peraturan Menteri atau petunjuk-petunjuk teknis kepada Dirjen yang menangani pendidikan dasar untuk melakukan program-program yang berkaitan dengan penanaman sikap yang baik khususnya sikap jujur kepada anak didik sejak usia dini.
Program tersebut dapat berupa bantuan subsidi pembentukan Kantin Kejujuran di setiap Sekolah Dasar baik negeri maupun swasta termasuk Madrasah Ibtidaiyah di seluruh
Program kantin kejujuran ini dapat menggunakan kantin sekolah yang sudah ada walaupun ada sekolah yang belum mempunyai kantin khususnya sekolah yang berada di pedalaman perlu didirikan kantin sekolah yang sederhana dengan desain suasana pedesaan, bagi sekolah yang sudah memiliki kantin tinggal merubah sistim yang ada, dari sistim konvensional menjadi sistim full Self Services ( semua dilayani oleh siswa sendiri baik membayar, mengambil kembalian maupun mengambil jumlah barang yang dibeli.). Dalam masa pengenalan program ini tentunya perlu diawasi oleh guru sampai program ini menjadi suatu kebiasaan, yang pada akhirnya akan menjadi suatu budaya jujur di Sekolah Dasar. Dana yang dibutuhkan pun hanya dana untuk merapikan, membersihkan kantin yang sudah ada. Program ini dapat dikelola oleh Sekolah atau Komite Sekolah. Disamping menanamkan pembiasaan sikap jujur kepada anak melalui kantin kejujuran ini juga dapat dijadikan pemicu bagi guru untuk berlaku jujur dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Momen ini juga dapat digunakan oleh guru untuk melakukan kontrol terhadap jenis jajanan anak yang memenuhi standar kesehatan.
BAGAIMANA DAMPAKNYA BAGI PEMBANGUNAN BANGSA ?
Permasalahan besar yang dihadapi oleh bangsa ini adalah terjadinya dekadensi moral yang cukup parah, sebagai akibat dari kesalahan grand desain penyiapan generasi penerus bangsa. Dengan tidak adanya sikap jujur dalam masyarakat, maka terjadilah penyelenggaraan negara dan transaksi dalam masyarakat yang tidak jujur, sehingga pada akhirnya lambat laun negara ini akan tertinggal jauh dengan negara lain, dan ini sudah terbukti bangsa Indonesia berada di bawah Malaysia, Thailand, Philipina, bahkan Vietnam. Contoh lain baru-baru ini KPK melakukan penggeledahan di kantor Bea Cukai Tanjung Priok telah ditemukan amplop tak bertuan dengan jumlah yang fantastis sebesar 500 juta rupiah, suatu jumlah yang tidak sedikit karena tentunya dikumpulkan hanya dalam beberapa hari. Berapa banyak yang terkumpul dalam setahun ? dan bagaimana dengan instansi lain yang berhubungan dengan pelayanan publik? seperti dunia perpajakan, perminyakan , peradilan, serta lalu lalang keluar masuknya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kita.
Semua permasalahan bangsa di atas mengerucut kepada satu persoalan mendasar bangsa ini yaitu diabaikannya sikap KEJUJURAN. Saatnya untuk kita melakukan sesuatu kepada Anak didik kita di Sekolah Dasar demi masa depan bangsa dengan menanamkan sikap Jujur sejak dini melalui pembentukan Kantin Kejujuran di Sekolah Dasar di seluruh Indonesia.
( Penulis adalah Staf Direktorat Pembinaan TK dan SD Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas. )
KISAH SEBUAH CANGKIR..!!
KISAH SEBUAH CANGKIR ...!!
Sepasang kakek dan nenek sedang berada di toko souvenir untuk
mencari hadiah bagi ulang tahun cucunya yang tercinta. Kemudian mata
mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang sangat cantik. " Lihat
cangkir itu", kata si nenek pada suaminya. "Kau benar, ini adalah
cangkir tercantik yang pernah aku lihat!", ujar si kakek. Mereka
kemudian menjulurkan tangan untuk mengambil cangkir tersebut. Tepat
saat tangan mereka menyentuhnya si cangkir tiba-tiba berbicara :
" Terima kasih atas perhatiannya. Perlu kalian ketahui, aku dulunya
tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi orang, aku hanyalah
seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari, ada seorang
perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda yang berputar."
" Aku berteriak-teriak karena pusing. :Stop! .. Stop! .. Aku
berteriak, tetapi orang itu berkata, "Belum !!" Lalu ia mulai menyodok
dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi, tapi orang ini
tidak menghiraukanku serta masih saja meninjuku, menekan-nekan aku
dengan tangannya hingga kadang2 aku gepeng, kembung dan sebagainya.
Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalm perapian. Panas!!
Panas!! teriakku dengan keras. Stop!! Cukup!! Teriakku lagi."
"Orang itu tidak menghiraukan penderitaanku. Akhirnya, ia mengangkat
aku dari perapian itu dan membiarkan aku menjadi dingin. Aku pikir,
inilah akhir penderitaanku. Tapi ternyata ... !!! Belum .. !!! AKu
diberikan kepada seorang wanita yang memberikan warna kepada seluruh
tubuhku. Bahan pewarna berbau menusuk dan sangat lengket sehingga
membuatku sangat tersiksa. Stop! Stop! Aku berteriak dengan putus asa.
" Belum !!", kata wanita itu, bahkan kemudian aku diberikan kepada
seorang pria yang kembali memasukkan aku ke dalam api yang panas dan
membakar!! Bahkan lebih panas dari api yg sebelumnya. Tolong !!
Hentikan penyiksaan ini !! Sambil menangis aku berteriak sekuat2nya.
Namun orang tersebut tetap membakarku, hingga lama kemudian baru aku
diangkat dari api dan dibiarkan dingin dan membeku !!
Setelah benar2 dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan
menempatkan aku dekat kaca. Aku kemudian dapat melihat diriku. Aku
terkehut sekali !!! Aku hampir tidak percaya dengan apa yg kulihat,
karena dari pantulan kaca aku melihat diriku sebagai sebuah cangkir
yang sangat cantik !!! Semua penderitaan dan kesakitan yang aku derita
selama ini seakan-akan sirna, hilang tanpa bekas !! "
Sahabatku, ....
Seperti itulah Tuhan Yang Maha Kuasa membentuk kita. Pada saat Dia
membentuk kita tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan
banyak air mata. Tetapi, itulah cara mengubah kita agar menjadi cantik
dan memancarkan kemuliaan-Nya.
Sahabatku,
Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam
berbagai cobaan, sebab Anda tau, bahwa ujian menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperolah buah yang matang supaya Anda
menjadi sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Apabila Anda
menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati karena Tuhan sedang membentuk
anda, walaupun pembentukan2 itu menyakitkan, tetapi setelah melalui
semua proses, Anda akan melihat bahwa Anda bisa lebih cantik dari
cantik yang tercantik sekalipun !!
TETRALOGI LASKAR PELANGI
TETRALOGI LASKAR PELANGI
By: arman amirullah
Ikal alias Andrea Hirata, adalah nama terakhir setelah tujuh kali berganti nama. Ia adalah seorang anak kuli tambang timah di pedalaman pulau belitong, dan dia pun seorang kuli ngambet di pelabuhan merangkap sebagai siswa, Ia seorang yang tidak berlatar belakang sastra, namun mampu menulis novel yang diakui oleh para sastrawan, ” Saya larut dalam empati yang dalam sekali. Sekiranya novel ini difilmkan, akan dapat membangkitkan ruh bangsa yang sedang mati suri ” ( Ahmad Syafi’i Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah ). Bahkan sebelumnya tidak pernah menulis buku, tiba-tiba dapat menggegerkan dunia para penulis buku. Buku tersebut baru satu minggu beredar sudah dicetak ulang dan sampai saat ini sudah tercetak lebih dari setengah juta copy.
Novel laskar pelangi ditulis oleh penulisnya bukan untuk diterbitkan atau untuk mencari keuntungan dan popularitas, melainkan persembahan seorang murid yang kagum terhadap gurunya., esensi dari buku tersebut adalah : cinta seorang murid terhadap Ibu gurunya.”Sebuah memoar dalam bentuk novel yang sulit dicari tandingannya dalam khazanah kontemporer penulis kita.”( Akmal Nasery Basral, Jurnalis-penulis ).
Julukan Laskar Pelangi adalah julukan yang diberikan oleh Ibu Muslimah kepada muridnya untuk mengobarkan semangat juang bagi muridnya.
Tetralogi laskar pelangi diangkat suatu falsafah pendidikan tentang bagaimana keikhlasan seorang guru terhadap muridnya.
Dalam buku Laskar Pelangi juga diceritakan : bagaimana seorang guru rela mengajar dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP seorang diri tanpa dibayar. ( hanya dibayar 15 kg beras yg terkadang sudah kutuan dan tidak setiap bulan datang, dan Ibu guru tersebut hanya bermodalkan ijazah SKP yang pada saat itu baru berumur 15 tahun, guru tersebut bernama Ibu Muslimah ).
Dalam wawancara dengan kick andy, Ibu Muslimah mengatakan bahwa bukan gurunya yang pintar tapi muridnya yang pintar : “Saya hanya seorang guru desa yg bodoh”, sungguh suatu sikap rendah hati yang patut dicontoh oleh para guru yang ada di negeri tercinta ini.” Buku Laskar Pelangi memberiku semangat baru yang tak ternilai untuk mengajar murid-murid meskipun kami selalu dirundung kesusahan demi kesusahan, meskipun dunia tidak peduli. Buku ini membuatku sangat bangga menjadi seorang guru.” ( Herni Kusyari, guru di daerah terpencil ).
menurut hemat kami apa yg ditulis oleh andrea hirata dalam tetralogi laskar pelangi adalah cerminan “roh” pendidikan kita ada disana.” Ceritanya berkisah tentang perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Novel ini menunjukkan pada kita bahwa pendidikan adalah memberikan hati kita kepada anak-anak, bukan sekedar memberikan instruksi atau komando, dan bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang pada masa depan, apabila diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya.” ( Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak ).
Cerita tokoh lintang, adalah cerminan lemahnya kepedulian kita terhadap pendidikan secara menyeluruh. Dalam kasus lintang membuat ikal merasa dendam dengan apa yang dialami oleh lintang dan berjanji tidak mau menjadi lintang ke dua, yaitu seorang siswa jenius yang mengangkat nama baik sekolahnya, dan tidak pernah terlambat sekalipun ke sekolah walaupun jarak dari rumah ke sekolahnya adalah 80 km pulang pergi, dengan menyeberangi sungai yang ada buayanya, terkadang di tengah jalan rantai sepedanya putus tapi tetap lanjutkan perjalanan, juga terkadang hanya karena ingin menyanyikan lagu padamu negeri di sekolah dia bela-belain berangkat ke sekolah. Setelah kelas 3 SMP harus berhenti sekolah karena orang tuanya meninggal dunia dan harus menggantikan peran orang tua untuk menghidupi adik-adiknya.
Sekolahnya sering dilecehkan oleh SD lain, tapi berkat kapasitas intelektual seorang lintang dalam lomba cerdas cermat antar SD di kampungnya dapat mengangkat nama sekolahnya dengan menjuarai lomba cerdas cermat di desanya, dan mampu mematahkan teori guru fisika dari sekolah favorit di kampungnya.
Semangat Kebangsaan yang tinggi dari seorang Andrea Hirata :
Sungguh terharu membaca Motivation Letter yang ditulis oleh Andrea Hirata dalam proposal risetnya untuk memperoleh beasiswa ke Sorbonne Prancis dikatakan bahwa : ” Akan saya sumbangkan seluruh ilmu dan pengalaman riset yang saya dapatkan di Sorbonne demi kemajuan nusa dan bangsa, demi tanah tumpah darah saya! Tak berlebihan saya sampaikan bahwa secara diam-diam, sebenarnya saya telah lama bercita-cita ingin mencurahkan seluruh kemampuan yang saya miliki, tak digajipun tak apa-apa, demi mengangkat harkat dan martabat umat manusia yang masih terbelakang di negeri saya, negeri yang benar-benar saya cintai dengan sepenuh jiwa.....”(Edensor, Buku ke tiga tetralogi Laskar Pelangi ).
Dalam buku ke tiga tetralogi laskar pelangi Andrea Hirata menuliskan kata bijak ” banyak orang yang panjang pengalamannya tapi tak kunjung belajar, tapi tak jarang orang yang pendek pengalamannya tapi dapat mencerahkan sepanjang hidup”. ( andrea hirata, edensor ).
FILOSOFI SEORANG ” GURU ”
Pak,Harfan Kepala Sekolah Andrea Hirata di SD Muhammadiyah Pulau belitong, adalah tifikal “guru” yang sesungguhnya :
Yaitu: bukan hanya mentransfer sebuah pelajaran, tapi juga yang secara pribadi menjadi sahabat dan pembimbing spiritual bagi muridnya. Beliau sering menaikturunkan intonasi, menekan kedua ujung meja sambil mempertegas kata-kata tertentu, dan mengangkat kedua tangannya laksana org berdoa minta hujan ( laskar pelangi, hal.23)
Ketika mengajukan pertanyaan beliau berlari-lari kecil mendekati kami, menatap kami penuh arti dengan pandangan matanya yang teduh seolah kami adalah anak-anak melayu yang paling berharga.
Lalu membisikkan sesuatu di telinga kami, menyitir ayat-ayat suci, menantang pengetahuan kami, berpantun, membelai hati kami dengan wawasan ilmu, lalu diam, diam berpikir, seperti kekasih merindu, indah sekali ( laskar pelangi, hal.24 )
Beliau menorehkan benang merah kebenaran hidup yang sederhana melalui kata-katanya yang ringan namun bertenaga seumpama titik-titik air hujan. Beliau mengobarkan semangat kami untuk belajar dan membuat kami tercengang dengan petuahnya tentang keberanian pantang menyerah melawan kesulitan apapun. Beliau memberi kami pelajaran pertama tentang keteguhan pendirian, ketekunan, keinginan kuat untuk mencapai cita-cita. Beliau meyakinkan kami bahwa hidup bisa demikian bahagia dalam keterbatasan jika dimaknai dengan keikhlasan berkorban untuk sesama. Lalu beliau menyampaikan sebuah prinsip yang secara diam-diam menyelinap jauh dalam dadaku serta memberi arah bagiku hingga dewasa. Yaitu bahwa : ”Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.” (laskar pelangi, hal.24)
” Sebuah kisah tentang anak-anak yang luar biasa, yang mampu melahirkan semangat serta kreativitas yang mencengangkan.” ( Harian Pikiran Rakyat ).
kedalaman ilmu seorang murid bernama ikal dari sekolah kampung yang reot, dengan guru yang sederhana bernama ibu muslimah, dapat dirasakan dalam buku laskar pelangi, yaitu bagaimana ikal mendeskripsikan tentang kebodohan. ” Jika ingin menemui kebodohan maka berangkatlah dari tempat di mana saja di planet biru ini dengan menggunakan tabung roket atau semacamnya, meluncur ke atas secara vertikal, jangan sekalipun berhenti. Gapailah gumpalan awan dalam lapisan tropofer, lalu naiklah terus menuju stratosfer, menembus lapisan ozon, ionosfer, dan bulan-bulan di planet yang asing. Meluncurlah terus sampai ketinggian di mana gravitasi bumi sudah tak peduli. Arungi samudra bintang gemintang dalam suhu dingin yang mampu meledakkan benda padat. Lintasi hujan meteor sampai tiba di eksosfer-lapisan paling luar atmosfer dengan bentangan selebar 1.200 kilometer, dan teruslah melaju menaklukkan langit ketujuh, tempat yang tak pernah memiliki nama, di atas langit ke tujuh, disitulah kebodohan bersemayam.”( Laskar Pelangi, hal.103 ).
Kesuksesan Ikal alias Andrea Hirata menjadi seorang yang sukses dalam mencapai cita-citanya tak lepas dari pengaruh seorang guru dalam memotivasi dan menanamkan prinsip-prinsip kehidupan kepada muridnya sehingga mampu membangun mimpi-mimpi siswanya. Pengaruh pesan yang disampaikan oleh seorang guru sastra sewaktu SMA mampu membawa ikal ke Sourbonne, Paris-Prancis, serta keliling Eropa dan Afrika.
Penulis :
Arman A.Amirullah
Staf Direktorat Pembinaan TK dan SD
Ditjen Mandikdasmen, Depdiknas
Jakarta.
KEAJAIBAN OTAK MANUSIA
KEAJAIBAN OTAK MANUSIA YANG TERABAIKAN
( Bedah Buku Super Great Memory, by Mr.SGM )
Kebanyakan dari kita merasa mempunyai daya ingat yang sangat lemah atau merasa memiliki daya ingat yang menurun dengan alasan bertambahnya usia atau karena memasuki usia senja. Padahal apabila kita mengetahui rahasia otak kita, maka walaupun seluruh informasi yang ada di dunia ini dimasukkan ke dalam otak manusia, otak kita tidak akan penuh bahkan belum cukup separuhnya terisi, sungguh suatu keajaiban yang luar biasa diberikan oleh Allah SWT kepada manusia. Namun sayang manusia tidak mampu membaca rahasia keajaiban otaknya. Akan tetapi hal ini tidak menjadi rahasia lagi setelah diungkap oleh penulis buku “ Super Great Memory “ yang ditulis oleh Mr.SGM ( Irwan Widiatmoko ) Pemegang Rekor Pertama Daya Ingat MURI.
Sebelum kita menjelajahi keajaiban otak manusia, mari kita sejenak memerhatikan bagaimana kemampu-
an otak yang dimiliki oleh seekor lebah :
Lebah dapat membuat tempat penyimpanan madu yang efektif, mereka membuat sarangnya dalam bentuk heksagonal sehingga mampu memuat madu yang banyak dan aman, dalam memenuhi sumber makanannya mereka membagi tugas sesama koloninya, lebah yang mendapat tugas mencari sumber makanan dapat memberi informasi kepada koloni mereka dengan kode tersendiri melalui gerakan tarian khusus dengan meliuk-liukkan badannya sesuai arah yang ditemukan sehingga koloninya dapat dengan mudah menemukan sumber makanannya sebagai bahan untuk diolah menjadi madu.
Lebah menghasilkan madu jauh melebihi dari kebutuhannya demi untuk pemanfaatan bagi kesehatan manusia, suatu tindakan yang sangat mulia dan patut mendapat pelajaran darinya. Bagaimana dengan manusia yang diberi kesempurnaan oleh Allah yang dilengkapi akal pikiran, bentuk rupa yang menawan serta diciptakan bumi dan isinya bahkan seluruh alam semesta ini semua diciptakan oleh Allah Yang Maha Penyayang hanya diperuntukkan bagi kemaslahatan manusia. (menjadi renungan bagi kita semua)
Kelebihan lain yang dimiliki oleh lebah adalah bagaimana membuat madu jadi awet dengan menjaga kelembaban sarangnya. Juga dapat menjaga pertukaran udara manakala suhu udara sedang memanas dengan cara mengipas sarangnya dengan sayapnya untuk mengindari pencemaran udara.
Lebah dapat mengeluarkan getah untuk melem sarangnya jika terjadi kebocoran juga melindungi madu dari serangga yang berhasil masuk ke dalam sarangnya dengan cara pembalsaman. Sungguh suatu kemampuan optimal yang dipertontonkan oleh seekor lebah dengan kapasitas otak hanya 7000 sel . Coba kita bandingkan dengan sel otak manusia yang memiliki 1 Triliun sel, yang artinya bahwa sel otak manusia 142.857.143 kali lipat dari sel otak lebah. Kalau Lebah bisa melakukan sesuatu yang luar biasa dan bermakna bagi manusia, bagaimana dengan kita ? apa yang bisa dilakukan oleh kita dengan memiliki 1 Triliun sel otak ? apakah sudah mengoptimalkan keseluruhan sel otak kita ? sungguh suatu tantangan bagi kita semua untuk berbuat sesuatu bagi sesama.
Jika sel otak kita mati sejuta setiap hari, maka jumlah sel otak yang berkurang jika kita mencapai umur 100 tahun hanya berkurang sekitar 3,6 %, sungguh merupakan angka yang sangat kecil.
Namun menurut penelitian para ilmuan mengatakan bahwa jumlah sel otak manusia bisa bertambah, bagian-bagian otak manusia dapat menghasilkan ribuan sel otak baru setiap hari.
Otak adalah alam semesta seberat satu kilogram ( Marian C.Diamond ).
Jika seluruh informasi buku perpustakaan di dunia atau seluruh informasi jaringan telekomunikasi di dunia dimasukkan ke dalam otak, otak manusia tidak akan penuh.
Jika setiap detik dimasukkan 10 informasi sampai kita meninggal, ke dalam otak kita, misalnya sampai umur kita 100 tahun, maka otak manusia belum terisi separuhnya, sungguh fantastis..
Kapasitas otak manusia adalah angka satu diikuti angka nol yang panjangnya 10 pangkat 5 juta kilometer. Deretan nol sepanjang 10 pangkat 5 juta kilometer adalah sebanding dengan perjalanan bumi ke bulan sebanyak 14 kali pulang pergi.
Potensi otak manusia yang digunakan rata-rata hanya sekitar 0,0001% dari potensi otak manusia yang sesungguhnya. Para ahli jiwa pada tahun 1950 meneliti bahwa potensi otak manusia yang digunakan rata-rata hanya sekitar 50%, pada tahun 1970 sebesar 10%, tahun 1980 sekitar 1%, dan tahun 1990 yaitu 0,01%. Saat ini rata-rata potensi otak manusia yg digunakan kurang lebih 0,0001%.
Penurunan potensi otak manusia di atas bukanlah gambaran penurunan otak manusia yg digunakan, tetapi gambaran semakin akuratnya alat yg digunakan utk mengukur potensi rata-rata otak manusia. Yang artinya bahwa manusia baru sedikit menggunakan kemampuan otaknya. Inilah temuan baru yang dilakukan oleh penulis buku ini dengan menyingkap rahasia keajaiban otak manusia.
Bagaimana cara melejitkan daya ingat kita sampai 500%, Mr.SGM menemukan tekniknya dengan cara memberi kejut pada otak kanan khususnya yang berhubungan dengan daya ingat dan kreativitas. Teknik tersebut dilakukan melalui program khusus dalam bentuk CD yang berisi music instrumental dan animasi yang dapat menggali atau meng upgrade daya ingat kita, dipandu dengan teknik-teknik yang digunakan dalam sebuah buku yang berjudul ” Super Great Memory ”. Salah satu tekniknya untuk melejitkan daya ingat adalah dengan cara menghafal sesuatu dengan menggunakan otak kanan. Hal ini dilakukan dengan melatih daya hayal dan imajinasi sehingga memory kita dapat bertahan lama ( long term memory ).
Otak manusia akan lebih optimal manakala dapat menggunakan otak kanan dan otak kiri secara seimbang. Inilah rahasia negara-negara maju dalam mencetak generasi unggulnya seperti Jepang, China, Korea, Amerika, dll. Kapan Indonesia menyadari hal ini ? atau sudah lama mengetahuinya tapi tidak melakukan apa-apa.
Penggunaan kedua sisi otak yang tidak seimbang, seperti kecenderungan menggunakan otak kiri saja akan berdampak kepada sikap seseorang dalam melihat suatu masalah. Mereka akan lebih banyak melihat perbedaannya dari pada persamaannya, lebih melihat segala sesuatu secara parsial atau terkotak-kotak tidak secara holistik atau menyeluruh. Mereka juga memiliki sifat buruk sangka, iri, dan senantiasa berpikiran negatif, sedangkan orang yang menggunakan kedua sisi otaknya secara seimbang dapat melihat segala sesuatunya secara menyeluruh atau holistik dan senantiasa berperasaan positif, melihat dunia menyatu bukan terpisah-pisah, melihat suatu persamaan bukan perbedaan.
Hasil rangkuman dari buku : Super Great Memory, by Mr.SGM.
Di sarikan oleh : Arman A.Amirullah
Staf Direktorat Pembinaan TK dan SD, Ditjen Mandikdasmen, Depdiknas. 2008
SEBERKAS CAHAYA BAGI DUNIA PENDIDIKAN
SEBERKAS CAHAYA BAGI DUNIA PENDIDIKAN
OLEH GEMURUH FILM
“ LASKAR PELANGI “
Fenomena laskar pelangi tak henti-hentinya bergema, belum selesai orang – orang membicarakan novelnya yang menjadi novel terlaris sepanjang sejarah negara ini berdiri, kini pengagum buku tersebut tidak sabar menunggu buku ke empat dari tetralogi laskar pelangi yang berjudul “ Maryamah Karpov “. Sekarang kita digegerkan lagi dengan fenomena film laskar pelangi yang membuat 1,5 juta penonton meneteskan air mata haru hanya dalam waktu dua pekan ( Tabloid Bintang edisi 910, Oktober 2008 ).
Betapa tidak membuat orang tercengang, Presiden Republik Indonesia yang disibukkan oleh situasi ekonomi global yang memburuk dapat menyempatkan diri menonton film laskar pelangi bersama 100 anak-anak jalanan dan personil film laskar pelangi sebelum para petinggi atau politisi bahkan budayawan serta para pendidik menonton film tersebut sampai-sampai rapat kabinet terbatas bidang ekuin ditunda pada jam 22.00 – 24.00 WIB setelah selesai menonton film laskar pelangi.
Fenomena ini menyebar sampai di kota-kota besar di Indonesia, seperti di kota Bandung banyak calon penonton yang kecewa karena tidak kebagian tiket, bahkan banyak tiket yang sudah terjual untuk 2 - 3 hari ke depan, begitupun di kota Yogyakarta juga terjadi hal serupa.
Namun penulis tidak akan membahas lebih jauh mengenai fenomena film tersebut, penulis lebih tertarik untuk mengambil hikmah dibalik film tersebut dari sudut pandang dunia pendidikan.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kunci utama kemajuan suatu bangsa adalah bagaimana keseriusan negara tersebut membangun pendidikannya.
Seberkas cahaya bagi dunia pendidikan dapat dipetik dari cerita film laskar pelangi :
1. Salah satu adegan di awal cerita kita melihat Ibu guru Muslimah ( diperankan oleh Cut Mini ) sedang memanggil anak-anak laskar pelangi untuk masuk kelas, akan tetapi anak-anak tersebut tidak memperdulikan apa kata Bu Muslimah, mereka lebih suka menikmati alam yang indah dengan bercanda sesama anggota laskar pelangi.
Akan tetapi begitu sang kepala sekolah “Pak Harfan” ( diperankan oleh Ikranegara ) memanggil anak-anak tersebut dengan metode keikhlasan yaitu dengan menawarkan suatu cerita yang menarik: “ wahai anak-anak..! apakah kalian tidak mau mendengar cerita tenggelamnya kaum Nabi Nuh karena kesombongannya“? serentak anak-anak sang laskar pelangi menjawab “ mau…pak guru..” sambil mereka berlari berlomba memasuki ruang kelas seakan tak sabar lagi mendengar cerita dari Pak guru. Apa yang dapat dipetik dari kejadian tersebut ? yaitu: bagaimana seorang kepala sekolah merangkap guru mampu menghayati perannya sebagai seorang guru yang penuh penghayatan dan keikhlasan sehingga mampu menggerakkan hati anak muridnya untuk masuk ke dalam kelas secara senang hati bukan karena terpaksa atau takut kepada kepala sekolah.
2. Dari sisi teknik pembelajaran, maka pada saat hari pertama anak-anak masuk sekolah Pak Harfan sang kepala sekolah tidak langsung menerangkan tata tertib sekolah atau kewajiban-kewajiban sebagai murid atau pakai seragam baju apa setiap hari?, atau bayar berapa setiap bulan?, apalagi menyinggung masalah mata pelajaran apa besok pagi?, itu sama sekali jauh dari pikiran seorang guru sejati dan guru sesungguhnya seperti pak Harfan, akan tetapi yang dia dilakukan adalah membuat anak tersebut bersemangat untuk meraih cita-cita dan tidak mudah menyerah melalui cerita-cerita yang inspiratif dengan mimik dan suara yang lantang dan terkadang turun naik intonasinya serta sorot mata yang tajam laksana seorang pemain drama kawakan sehingga mampu membius murid baru yang akan menjadi muridnya walaupun hanya berjumlah sepuluh orang, itupun dengan susah payah menunggu sampai siang baru bisa terkumpul sepuluh orang dan manakala muridnya tidak cukup sepuluh maka sekolah pak Harfan harus ditutup. Teknik ini membuat anak murid bersemangat untuk bersekolah, bukan beban atau karena keterpaksaan akan tetapi bagi anak adalah keasyikan.
3. Sosok Ibu Muslimah adalah seorang guru sejati yang sangat mencintai profesinya, ini dapat dilihat pada adegan Ibu Mus dengan perasaan gembira karena Pak Harfan adalah orang pertama yang memberi kepercayaan kepadanya untuk dapat mengajar sebagai seorang guru SD di SD Muhammadiyah Belitong sebagaimana yang dia cita-citakan sejak kecil. Walaupun dengan bermodalkan ijazah SKP ( Sekolah Kepandaian Putri ) setingkat SMP dengan gaji 15 kilogram beras dari sumbangan seorang tokoh masyarakat walaupun terkadang tidak selalu datang.
Pada saat anak-anak laskar pelangi ( gelar pemberian dari Bu Muslimah kepada 10 anak muridnya ) akan mengikuti lomba cerdas cermat maka gaji Bu Mus berupa beras 15 kg dijual untuk membeli kain putih lalu dijahit sendiri oleh Bu Mus untuk dipakai oleh murid-muridnya mengikuti lomba cerdas cermat dan menjadi juara satu ( sungguh suatu perbuatan mulia ). Kepiawaian Bu Muslimah menggali bakat anak didiknya adalah bukti bahwa Bu Mus bukanlah guru sembarangan, beliau mampu menyelami bakat dan kemampuan masing-masing muridnya dan tidak memaksakan kemampuan atau kelebihan setiap muridnya harus sama, Lintang yang lebih jago dalam bidang matematika, ilmu pengetahuan alam, biologi, Mahar yang jago seni, Ikal yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata untuk semua mata pelajaran, Harun dengan keterbatasan mental, Samson yang tergila-gila dengan tubuh atletis seakan dipahami perbedaan ini oleh Ibu Mus, tidak dipaksakan kepada muridnya untuk mampu terhadap semua mata pelajaran ( bandingkan dengan sistim Ujian Nasional yang memaksakan nilai rata-rata untuk 5 mata pelajaran harus 5,1 ). Bakat muridnya disalurkan dengan tidak melarang Mahar membawa radio kesayangannya setiap hari ke sekolah yang terkadang naik ke pohon untuk menikmati lagu jazznya, begitupun saat Bu Mus memutuskan memberikan kesempatan kepada Mahar untuk memimpin teman-temannya mengikuti karnaval dengan memberi kepercayaan penuh kepada Mahar dalam memilih jenis penampilan yang akan dibawakan dan tanpa diduga diam-diam Mahar berhasil menciptakan kareografer tari asal papua dengan membaca buku hasil pemberian dari Flo anak sekolah kaum borjuis di kampong belitong.
Kemampuan ilmu pedagogi dan wawasan luas, kreativitas serta ketulusan hati yang dimiliki oleh Bu Mus dibuktikan dengan menjadikan alam sebagai kurikulum tidak tertulis dan mampu menjadikan tantangan alam dan keterbatasan fasilitas sebagai faktor pendorong anak-anak laskar pelangi dapat berkembang menjadi orang besar seperti Andrea Hirata, seakan beliau mengerti falsafah kupu-kupu: “bahwa dengan melalui perjuangan menembus kulit kepompong sewaktu berjuang untuk lahir ke dunia ini adalah cara Allah SWT membuat kupu-kupu untuk siap menjalani segala macam tantangan di muka bumi ini”. Sehingga mampu membawa anak-anak laskar pelangi menjadi orang sukses dan menggapai cita-cita sampai ke Sorbone Prancis serta keliling Eropa dan Afrika, itulah penulis novel tetralogi Laskar Pelangi yang dibuat khusus untuk dipersembahkan kepada Ibu Muslimah dan tanpa disengaja novel tersebut menjadi fenomenal karena telah terjual lebih dari 700.000 copy.
4. Pesan moral sekaligus kritikan bagi dunia pendidikan kita yang disampaikan secara bijak oleh Pak Harfan saat berdialog dengan Pak Zulkarnaen selaku tokoh masyarakat yang menjadi donatur tetap SD Muhammadiyah Belitong dikatakan bahwa : “ Kecerdasan itu tidak ditentukan oleh angka-angka akan tetapi kecerdasan itu ada di dalam hati..” pesan ini mengandung makna yang begitu dalam apalagi kalau kita melihat sistem pendidikan kita yang bertumpu pada logika, kecerdasan seakan-akan diukur dari nilai rata-rata ujian nasional atau perolehan medali diajang internasional, padahal banyak orang cerdas atau orang sukses yang bukan berasal dari siswa yang dulunya mempunyai nilai ujian yang tinggi bahkan orang tersebut malah tidak lulus sekolah lanjutan atau orang yang di drop out dari sekolahnya atau universitasnya akan tetapi malah menjadi pencipta lapangan kerja bagi yang nilainya tinggi atau rangking sewaktu sekolah seperti: Bill Gates, Bob Sadino, Matshushita Konosuke( pemilik Panasonic Jepang yang bekas pegawai toko sepeda ). Inilah fakta nyata yang harus diterima bahwa kecerdasan tidak diukur dengan nilai akan tetapi dengan hati, lihatlah murid-murid Pak Harfan/Bu Mus yang kecerdasannya tidak diukur dengan nilai tapi dengan hati akan tetapi mampu menjadi juara karnaval serta menjadi juara cerdas cermat di kampungnya.
5. Satu lagi pesan moral dari seorang kepala sekolah dipedalaman belitong tempat Andrea Hirata bersekolah dikatakan bahwa : “ Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya...bukan hidup untuk menerima
sebanyak-banyaknya”. Suatu kata yang penuh hikmah dari seorang guru yang mampu membuat muridnya menjadi orang berguna bagi bangsanya dengan menulis sebuah buku yang dapat menginspirasi bagi jutaan orang termasuk Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan Nasional, para pejabat dilingkungan pemerintahan, anak muda, para remaja, seniman termasuk penulis sendiri, bisa menulis seperti ini karena terinspirasi oleh buku laskar pelangi.
Pelajaran apa yang dapat diperoleh dari film laskar pelangi bagi dunia pendidikan kita ? tentunya bermacam-macam pendapat akan lahir, tetapi yang jelas di depan mata adalah momen ini dapat dijadikan pemicu untuk bangkit menjadi negara maju seperti negara-negara lain di dunia ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia. Amin.
Oleh : Arman A.Amirullah
Direktorat Pembinaan TK dan SD
SEBERKAS CAHAYA BAGI DUNIA PENDIDIKAN OLEH GEMURUH FILM LASKAR PELANGI
SEBERKAS CAHAYA BAGI DUNIA PENDIDIKAN
OLEH GEMURUH FILM
“ LASKAR PELANGI “
Fenomena laskar pelangi tak henti-hentinya bergema, belum selesai orang – orang membicarakan novelnya yang menjadi novel terlaris sepanjang sejarah negara ini berdiri, kini pengagum buku tersebut tidak sabar menunggu buku ke empat dari tetralogi laskar pelangi yang berjudul “ Maryamah Karpov “. Sekarang kita digegerkan lagi dengan fenomena film laskar pelangi yang membuat 1,5 juta penonton meneteskan air mata haru hanya dalam waktu dua pekan ( Tabloid Bintang edisi 910, Oktober 2008 ).
Betapa tidak membuat orang tercengang, Presiden Republik Indonesia yang disibukkan oleh situasi ekonomi global yang memburuk dapat menyempatkan diri menonton film laskar pelangi bersama 100 anak-anak jalanan dan personil film laskar pelangi sebelum para petinggi atau politisi bahkan budayawan serta para pendidik menonton film tersebut sampai-sampai rapat kabinet terbatas bidang ekuin ditunda pada jam 22.00 – 24.00 WIB setelah selesai menonton film laskar pelangi.
Fenomena ini menyebar sampai di kota-kota besar di Indonesia, seperti di kota Bandung banyak calon penonton yang kecewa karena tidak kebagian tiket, bahkan banyak tiket yang sudah terjual untuk 2 - 3 hari ke depan, begitupun di kota Yogyakarta juga terjadi hal serupa.
Namun penulis tidak akan membahas lebih jauh mengenai fenomena film tersebut, penulis lebih tertarik untuk mengambil hikmah dibalik film tersebut dari sudut pandang dunia pendidikan.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kunci utama kemajuan suatu bangsa adalah bagaimana keseriusan negara tersebut membangun pendidikannya.
Seberkas cahaya bagi dunia pendidikan dapat dipetik dari cerita film laskar pelangi :
1. Salah satu adegan di awal cerita kita melihat Ibu guru Muslimah ( diperankan oleh Cut Mini ) sedang memanggil anak-anak laskar pelangi untuk masuk kelas, akan tetapi anak-anak tersebut tidak memperdulikan apa kata Bu Muslimah, mereka lebih suka menikmati alam yang indah dengan bercanda sesama anggota laskar pelangi.
Akan tetapi begitu sang kepala sekolah “Pak Harfan” ( diperankan oleh Ikranegara ) memanggil anak-anak tersebut dengan metode keikhlasan yaitu dengan menawarkan suatu cerita yang menarik: “ wahai anak-anak..! apakah kalian tidak mau mendengar cerita tenggelamnya kaum Nabi Nuh karena kesombongannya“? serentak anak-anak sang laskar pelangi menjawab “ mau…pak guru..” sambil mereka berlari berlomba memasuki ruang kelas seakan tak sabar lagi mendengar cerita dari Pak guru. Apa yang dapat dipetik dari kejadian tersebut ? yaitu: bagaimana seorang kepala sekolah merangkap guru mampu menghayati perannya sebagai seorang guru yang penuh penghayatan dan keikhlasan sehingga mampu menggerakkan hati anak muridnya untuk masuk ke dalam kelas secara senang hati bukan karena terpaksa atau takut kepada kepala sekolah.
2. Dari sisi teknik pembelajaran, maka pada saat hari pertama anak-anak masuk sekolah Pak Harfan sang kepala sekolah tidak langsung menerangkan tata tertib sekolah atau kewajiban-kewajiban sebagai murid atau pakai seragam baju apa setiap hari?, atau bayar berapa setiap bulan?, apalagi menyinggung masalah mata pelajaran apa besok pagi?, itu sama sekali jauh dari pikiran seorang guru sejati dan guru sesungguhnya seperti pak Harfan, akan tetapi yang dia dilakukan adalah membuat anak tersebut bersemangat untuk meraih cita-cita dan tidak mudah menyerah melalui cerita-cerita yang inspiratif dengan mimik dan suara yang lantang dan terkadang turun naik intonasinya serta sorot mata yang tajam laksana seorang pemain drama kawakan sehingga mampu membius murid baru yang akan menjadi muridnya walaupun hanya berjumlah sepuluh orang, itupun dengan susah payah menunggu sampai siang baru bisa terkumpul sepuluh orang dan manakala muridnya tidak cukup sepuluh maka sekolah pak Harfan harus ditutup. Teknik ini membuat anak murid bersemangat untuk bersekolah, bukan beban atau karena keterpaksaan akan tetapi bagi anak adalah keasyikan.
3. Sosok Ibu Muslimah adalah seorang guru sejati yang sangat mencintai profesinya, ini dapat dilihat pada adegan Ibu Mus dengan perasaan gembira karena Pak Harfan adalah orang pertama yang memberi kepercayaan kepadanya untuk dapat mengajar sebagai seorang guru SD di SD Muhammadiyah Belitong sebagaimana yang dia cita-citakan sejak kecil. Walaupun dengan bermodalkan ijazah SKP ( Sekolah Kepandaian Putri ) setingkat SMP dengan gaji 15 kilogram beras dari sumbangan seorang tokoh masyarakat walaupun terkadang tidak selalu datang.
Pada saat anak-anak laskar pelangi ( gelar pemberian dari Bu Muslimah kepada 10 anak muridnya ) akan mengikuti lomba cerdas cermat maka gaji Bu Mus berupa beras 15 kg dijual untuk membeli kain putih lalu dijahit sendiri oleh Bu Mus untuk dipakai oleh murid-muridnya mengikuti lomba cerdas cermat dan menjadi juara satu ( sungguh suatu perbuatan mulia ). Kepiawaian Bu Muslimah menggali bakat anak didiknya adalah bukti bahwa Bu Mus bukanlah guru sembarangan, beliau mampu menyelami bakat dan kemampuan masing-masing muridnya dan tidak memaksakan kemampuan atau kelebihan setiap muridnya harus sama, Lintang yang lebih jago dalam bidang matematika, ilmu pengetahuan alam, biologi, Mahar yang jago seni, Ikal yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata untuk semua mata pelajaran, Harun dengan keterbatasan mental, Samson yang tergila-gila dengan tubuh atletis seakan dipahami perbedaan ini oleh Ibu Mus, tidak dipaksakan kepada muridnya untuk mampu terhadap semua mata pelajaran ( bandingkan dengan sistim Ujian Nasional yang memaksakan nilai rata-rata untuk 5 mata pelajaran harus 5,1 ). Bakat muridnya disalurkan dengan tidak melarang Mahar membawa radio kesayangannya setiap hari ke sekolah yang terkadang naik ke pohon untuk menikmati lagu jazznya, begitupun saat Bu Mus memutuskan memberikan kesempatan kepada Mahar untuk memimpin teman-temannya mengikuti karnaval dengan memberi kepercayaan penuh kepada Mahar dalam memilih jenis penampilan yang akan dibawakan dan tanpa diduga diam-diam Mahar berhasil menciptakan kareografer tari asal papua dengan membaca buku hasil pemberian dari Flo anak sekolah kaum borjuis di kampong belitong.
Kemampuan ilmu pedagogi dan wawasan luas, kreativitas serta ketulusan hati yang dimiliki oleh Bu Mus dibuktikan dengan menjadikan alam sebagai kurikulum tidak tertulis dan mampu menjadikan tantangan alam dan keterbatasan fasilitas sebagai faktor pendorong anak-anak laskar pelangi dapat berkembang menjadi orang besar seperti Andrea Hirata, seakan beliau mengerti falsafah kupu-kupu: “bahwa dengan melalui perjuangan menembus kulit kepompong sewaktu berjuang untuk lahir ke dunia ini adalah cara Allah SWT membuat kupu-kupu untuk siap menjalani segala macam tantangan di muka bumi ini”. Sehingga mampu membawa anak-anak laskar pelangi menjadi orang sukses dan menggapai cita-cita sampai ke Sorbone Prancis serta keliling Eropa dan Afrika, itulah penulis novel tetralogi Laskar Pelangi yang dibuat khusus untuk dipersembahkan kepada Ibu Muslimah dan tanpa disengaja novel tersebut menjadi fenomenal karena telah terjual lebih dari 700.000 copy.
4. Pesan moral sekaligus kritikan bagi dunia pendidikan kita yang disampaikan secara bijak oleh Pak Harfan saat berdialog dengan Pak Zulkarnaen selaku tokoh masyarakat yang menjadi donatur tetap SD Muhammadiyah Belitong dikatakan bahwa : “ Kecerdasan itu tidak ditentukan oleh angka-angka akan tetapi kecerdasan itu ada di dalam hati..” pesan ini mengandung makna yang begitu dalam apalagi kalau kita melihat sistem pendidikan kita yang bertumpu pada logika, kecerdasan seakan-akan diukur dari nilai rata-rata ujian nasional atau perolehan medali diajang internasional, padahal banyak orang cerdas atau orang sukses yang bukan berasal dari siswa yang dulunya mempunyai nilai ujian yang tinggi bahkan orang tersebut malah tidak lulus sekolah lanjutan atau orang yang di drop out dari sekolahnya atau universitasnya akan tetapi malah menjadi pencipta lapangan kerja bagi yang nilainya tinggi atau rangking sewaktu sekolah seperti: Bill Gates, Bob Sadino, Matshushita Konosuke( pemilik Panasonic Jepang yang bekas pegawai toko sepeda ). Inilah fakta nyata yang harus diterima bahwa kecerdasan tidak diukur dengan nilai akan tetapi dengan hati, lihatlah murid-murid Pak Harfan/Bu Mus yang kecerdasannya tidak diukur dengan nilai tapi dengan hati akan tetapi mampu menjadi juara karnaval serta menjadi juara cerdas cermat di kampungnya.
5. Satu lagi pesan moral dari seorang kepala sekolah dipedalaman belitong tempat Andrea Hirata bersekolah dikatakan bahwa : “ Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya...bukan hidup untuk menerima
sebanyak-banyaknya”. Suatu kata yang penuh hikmah dari seorang guru yang mampu membuat muridnya menjadi orang berguna bagi bangsanya dengan menulis sebuah buku yang dapat menginspirasi bagi jutaan orang termasuk Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan Nasional, para pejabat dilingkungan pemerintahan, anak muda, para remaja, seniman termasuk penulis sendiri, bisa menulis seperti ini karena terinspirasi oleh buku laskar pelangi.
Pelajaran apa yang dapat diperoleh dari film laskar pelangi bagi dunia pendidikan kita ? tentunya bermacam-macam pendapat akan lahir, tetapi yang jelas di depan mata adalah momen ini dapat dijadikan pemicu untuk bangkit menjadi negara maju seperti negara-negara lain di dunia ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia. Amin.
Oleh : Arman A.Amirullah
Direktorat Pembinaan TK dan SD
Wednesday, June 18, 2008
MENCETAK GENERASI UNGGUL ALA JEPANG
Sayang seribu sayang, dunia pendidikan kita tampaknya masih terfokus mencetak " generasi pintar". Generasi ini lebih mengutamakan pencapaian prestasi program belajarnya dengan sasaran" mengejar ranking atau nilai NEM ( nilai evaluasi murni) dan UN ( Ujian Nasional ) tinggi" atau menjadi juara lomba matapelajaran tertentu.
Indonesia banyak melahirkan sederet juara olimpiade internasional, baik di bidang pelajaran matematika, sains, fisika, kimia maupun olahraga. Pertanyaannya, dengan mencetak generasi yang bertumpu pada logika(otak kiri) itu, apa yang bisa diharapkan demi kemajuan bangsa ke depan? Kita lupa, bangsa yang dibangun hanya dengan mengandalkan ilmu, tanpa bekal kreativitas dan moral, hanya akan menghancurkan bangsa itu sendiri.
Menurut penelitian mutakhir di AS, peran logika bagi sukses seseorang hanya 4%. Selebihnya (96%) sukses seseorang ditentukan oleh kemampuan " otak kanan " yang punya andil besar dalam hal kreativitas, imajinasi, inovasi, daya rasa, kreasi, seni, bersikap, kemampuan mencipta dan merekayasa.(MI,16/1'06) Kemampuan otak sadar manusia sendiri sebenarnya hanya 12% dari seluruh kemampuan otak manusia dan selebihnya (88%) berada di otak bawah sadar, tepatnya di otak kanan.(Quantum Ikhlas,2007)
Inilah rahasia bangsa Jepang, Korea, China, Singapura, dan negara-negara Barat hingga menjadi bangsa maju. Belakangan hal itu mulai diketahui dan disadari pula di India, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Indonesia ? Barangkali baru sebagian kecil orang memahami pentingnya pengembangan peran otak kiri bagi sebuah sistem pendidikan.
Ironis, di tengah bangsa-bangsa lain makin aktif mengembangkan model pendidikan ke arah yang lebih baik, Indonesia justru masih berkutat pada berbagai masalah kompleks. Waktu, pikiran dan tenaga kita seolah terkuras hanya untuk membahas masalah pemberantasan korupsi, karut-marutnya pelayanan publik dan masalah birokrasi yang berbelit.
Apa yang salah dengan pendidikan kita ? Bukankah sejak duduk di kelas TK, SD, SMP, dan SMA siswa-siswi selain diajarkan pelajaran umum dan khusus juga tak ketinggalan selalu dicekoki pelajaran agama dan kewarganegaraan? Suasana religius pun selalu melingkupi keseharian anak-anak Indonesia. Khotbah-khotbah agama tak hanya dilakukan di tempat-tempat ibadah, namun juga di televisi, lingkungan kerja dan masyarakat.
Ini bertolak belakang dengan kehidupan nyata masyarakat kita, yang justru kurang mencerminkan nuansa kehidupan agamis. Budaya tertib dan bersih, yang diyakini sebagian dari iman, terabaikan. Tatanan kehidupan masyarakat secara umum pun tidak menunjukkan kebajikan dan keteraturan.
Pelanggaran lalu lintas merupakan hal yang biasa. Budaya antre dan sopan santun dianggap angin lalu. Kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan, rendah. Banyak orang masih membuang sampah sembarang, sementara fasilitas umum kotor dan bau. Di lain pihak, kasus-kasus perusakan lingkungan dan kriminalitas jalanan selalu menghiasi media massa setiap hari.
Dari pengalaman ketika berkunjung ke Jepang dan mencermati secara seksama sekolah dasar di negeri Sakura ini, terlihat pembiasaan sikap disiplin dan tingkah laku bermoral telah ditanamkan sejak siswa mulai masuk sekolah. Meski tak dibekali pelajaran agama, tatanan kehidupan masyarakat Jepang nyatanya lebih mapan, tertib, bermoral.
Begitu anak didik memasuki lingkungan sekolah, mereka harus rela dan sabar melepas sepatu untuk ditukar dengan sandal/sepatu khusus yang sudah disediakan di loker-loker. Ketika siswa hendak ke toilet, sandal/sepatu yang dikenakannya pun masih harus ditukar lagi dengan sandal khusus toilet yang terparkir rapi di depan pintu toilet. Ingat, usai memakainya, siswa harus mengembalikannya ke posisi semula untuk memudahkan rekan lain yang akan menggunakan selanjutnya. Meski kelihatannya sepele, namun pembiasaan-pembiasaan ini dapat menumbuhkan kesadaran pada siswa untuk bersikap sabar, bertanggung jawab, menghargai orang lain, hidup bersih dan selalu menjaga kesehatan tubuh.
Di dalam kelas sendiri, anak-anak jepang sudah dibiasakan melayani teman-teman sekelasnya dengan menyajikan makanan secara bergiliran. Pembiasaan ini untuk menanamkan kesadaran anak-anak agar tertib, disiplin, menghargai budaya antre, rajin, penuh kebersamaan dan peduli sesama.
Di kelas-kelas sekolah Jepang banyak dipajang hasil karya siswa, baik di dinding maupun di atas rak-rak tempat tas siswa. Coraknya beraneka ragam, mulai dari karya dari barang-barang bekas dengan desain robot, mobil dan bangunan tinggi hingga bentuk-bentuk karya lainnya yang lebih rumit.
Pembiasaan memamerkan hasil karya siswa, merupakan momentum bagi siswa untuk meraih cita-cita. Lewat karya-karya tersebut, anak-anak Jepang kelak diharapkan bisa menjadi perakit mobil, robot, arsitek gedung-gedung bertingkat dan pencipta alat-alat canggih lainnya hingga menjadi kebanggaan bagi bangsanya.
Memang, kemampuan untuk berkreasi mendapat porsi besar dalam sistem pendidikan di Jepang. Sejak dini kemampuan dan kreativitas siswa digali sebesar-besarnya demi disiapkan sebagai tenaga terampil penuh kreativitas di bidang masing-masing di masa depan.
Falsafah Jepang mengatakan " Anak-anak adalah harta karun negara ". Nasib bangsa masa depan diyakini ada di pundak anak-anak mereka. Maka, negara selalu memperlakukan istimewa anak-anak Jepang, baik di bidang pendidikan, kesehatan, gizi, maupun perkembangan emosionalnya. Sistem pendidikan nasional Jepang pun lebih diarahkan demi kemajuan anak-anak bangsa ke depan.
Apakah kita akan terus membiarkan sistem pendidikan ini lebih bertumpu pada logika, tanpa mengutamakan penggalian kemampuan dan kreativitas seperti anak-anak Jepang ? ***
Dimuat dalam rubrik Opini Suara Karya, 8 Mei 2008.
(by: arman andi amirullah)
Monday, June 16, 2008
Thursday, June 12, 2008
PEMBUNUHAN KREATIVITAS ANAK
Coba bandingkan dengan di Jepang untuk setingkat SD ada empat matapelajaran yang berkaitan dengan daya kreasi anak yaitu: matapelajaran ART, MUSIC, HOME ECONOMICS, dan CRAFT, masing-masing matapelajaran tersebut disajikan dengan durasi 4 jam pelajaran dalam seminggu.
Dapat kita bayangkan bagaimana kemampuan daya kreativitas anak dalam mengembangkan daya kreasinya melalui matapelajaran Music, Seni, Kerajinan Tangan, dan Keterampilan Jahit menjahit, Memasak, Menyulam dll.
Pantaslah kalau negara seperti Jepang dapat melahirkan generasi kreatif sebagai tumpuan dalam memajukan negaranya. Tak heran kalau jepang bisa menciptakan robot canggih, karena disekolah sudah dibiasakan membuat hasil karya dari barang bekas dengan disain robot, mobil, gedung bertingkat, pesawat terbang, dsb.
Tak heran pula kalau Jepang terbiasa dengan hidup bersih, disiplin waktu, menghargai orang lain, penuh tanggung jawab, sangat sopan dan santun terhadap sesama, rajin, tekun, ulet, sabar.
Semua itu mereka biasakan dengan pembiasaan disekolah melalui praktek dan karya cipta.
Sepertinya mereka telah mengetahui rahasia perkembangan otak manusia, dan rahasia perkembangan emosional anak, sehingga di usia TK dan SD kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh guru dan orang tua murid untuk mengeksplor potensi2 yang dimiliki oleh anak .
Mengapa di negara kita tidak dapat mengetahui rahasia tersebut ? atau sebenarnya mereka mengetahui tapi cuek..tidak ada kemauan untuk memperbaiki generasi penerusnya, karena masing-masing orang di negara ini hanya memikirkan dirinya sendiri atau kelompoknya.
Sudah langka orang-orang yang mau memikirkan bangsanya, semua berlomba meningkatkan kemapanan personal atau kelompok, kalau perlu orang/kelompok lain ditumbangkan demi mencapai ambisi pribadi/kelompok.
Bagaimana memperbaiki kenyataan ini, tentunya dengan mempersiapkan generasi baru melalui perubahan paradigma pendidikan di sekolah dasar dan menengah.
Semoga tulisan ini dapat menjadi pemicu bagi kita untuk tidak membunuh potensi kreativitas anak, dengan tidak diberinya waktu dan kesempatan dalam mengeksplor daya kreasi dan imajinasi anak.
Tuesday, June 10, 2008
MY DREAM....
Mimpi-mimpi tersebut salah satunya adalah ingin mengubah paradigma pendidikan kita yang selama ini berlaku di negara ini. Paradigma yang ada saat ini adalah kecenderungan bahwa kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan intelektual, sedangkan kecerdasan yang lain hanyalah pelengkap.
Padahal setelah kami membaca beberapa literatur dan mengawinkan dengan apa yang saya lihat pada negara yang sudah maju dalam dunia pendidikannya dan berhasil memasuki dunia modern, ternyata kuncinya bukan terletak pada intelektual atau kognitif akan tetapi sejauh mana potensi otak kanan anak manusia dapat di exlpor. Tak heran kalau kita melihat negara seperti di Jepang, maka matapelajaran di sekolah dasarnya begitu mudah alias gampang, fakta ini telah dibuktikan oleh anak kami sewaktu mengikuti kegiatan APCC ( Asia Fasific Children Convention, 2007 di Fukuoka, Jepang ) anak kami mengatakan " Kok pelajarannya mudah-mudah ya pak! matematikanya hanya tambah,kurang,perkalian,pembagian. Tapi pekerjaan keterampilannya banyak sekali..sambil memperlihatkan hasil karyanya yang dibuat selama di sana. Hal ini pun kami rasakan sewaktu ke jepang.
UCAPAN TERIMA KASIH
Selanjutnya..ucapan terima kasih saya secara tulus kami haturkan kepada Bung Erbe Sentanu atas jasanya menulis buku QUANTUM IKHLAS .., setelah baca buku tersebut akhirnya kami mengalami sesuatu yang sungguh luar biasa, karena buku tersebut otak sadar dan bawah sadar kami bisa meningkat secara luar biasa diluar perkiraan kami. Saat ini terkadang kami merasa " Kok saya bisa berpikir sejauh dan sedalam itu ", juga kami diperlihatkan rahasia seluruh kehidupan ini, termasuk merasakan keberadaan Allah sang pencipta alam ini ada di dekat urat leher kami, juga kami dapat mengetahui apa itu ikhlas dan langsung merasakan seperti apa rasa keikhlasan itu.. lebih unik lagi kami bisa merasakan gelombang yang bisa memasuki gelombang Allah SWT, Subhanallah hanya engkau yang mengetahui segala sesuatunya yang terjadi di dunia ini, wallahualam bissawab.
